Diplomasi
Sumber :bankingexchange.com

Diplomasi merupakan  Seni bernegosiasi dengan orang lain, simpelnya adalah bagaimana cara kita mendapat keuntungan dari sebuah hubungan tanpa mengorbankan hubungan tersebut.

Diplomasi Adalah

Menurut KBBI (kamus besar Bahasa Indonesia), Diplomasi adalah kecakapan pemilihan Bahasa (kata) yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dari pihak tersebut, biasanya digunakan dalam setiap perundingan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat dan sebagainya. Kbbi.web.id

Pada umumnya istilah ini digunakan untuk merepresentasikan hubungan negara, baik antar dua negara, atau banyak negara. Sedangkan Subyek yang melakukan diplomasi disebut sebagai diplomat.

Kata diplomasi dipopulerkan oleh seorang Jurnalis politik berkebangsaan Irlandia, Edmund Burke (1796). Dengan mengatakan bahwa satu-satunya alasan para diplomat pengemis, diplomasi adalah sesuatu yang mutlak.

Pada era itu kata ini sangat dihindari dan bermakna jelek, serta orang sangat anti dengan hal-hal yang berbau inggris. Penulis Inggris Henry Wotton Bahkan mengatakan bahwa Seorang diplomat adalah Seorang yang jujur di negaranya kemudian dikirim untuk berbohong ke negara lain demi kebaikan negaranya.

Setelah anda mengerti mengenai kosakata diatas, menurut para ahli dan sedikit sejarahnya, anda telah mendapatkan sedikit gambaran mengenai diplomasi.

Sekarang saatnya kita mengimplementasikan ini dalam kehidupan sehari-hari.

 

Manusia Terlahir Dengan Bakat Diplomasi.

Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan manusia, ini adalah definisi yang telah lama kita dengar, namun taukah anda bahwa untuk bertahan hidup manusia harus selalu berdiplomasi dengan kecakapan bernegosiasi.

Ini adalah keahlian pemberian tuhan yang diberikan tuhan kepada manusia sejak masih berada di dalam kandungan. Kemudian pada prosesnya keahlian ini ada yang terus berkembang karena di asah dan adapula yang stagnan.

Sejak manusia berada diperut ibu mereka telah bernegosiasi dengan perdata awal yaitu mual karena mengidam. Setelah itu bernegosiasi dengan cara menendang perut ibu karena kelaparan di dalam janin. Ketika lahirpun manusia berdiplomasi untuk mendapatkan kebaikannya dengan beberapa isyarat dan teriakan yang anehnya isyarat itu dipahami dan dituruti oleh si Ibu.

Ketika manusia beranjak dewasa dan membangun hubungan sosial mulailah mereka berdiplomasi dengan manusia lainnya dalam skala yang cukup luas. Saling mempengaruhi, berdebat dan lain-lain untuk kepentingannya sendiri.

 

Diplomasi adalah keahlian yang sangat berharga.

Pandai bernegosiasi yang baik akan memberikan keberuntungan  tersendiri bagi yang memilikinya. Meskipun pada awalnya manusia di anugrahi kemampuan berdiplomasi. Namun pada perkembanganya ada yang tidak di asah.

Taukah anda berapa banyak orang yang tidak bisa menyelesaikan permasalahnya dengan orang lain karena tidak tau harus melakukan apa ?

Atau bisa jadi anda pun pernah mengalami sendiri bagaimana anda tidak mampu meyakinkan atasan anda atas tindakan yang anda lakukan?

Itulah yang coba saya katakan bahwa banyak orang yang tidak mampu bernegosiasi dalam menyelesaikan masalahnya

Itulah mengapa sebuah perusahaan berani membayar mahal kepada orang yang memiliki keahlian ini, hanya untuk sebagai think dan tank perusahaan tersebut ketika terjadi suatu masalah.

Jadi buat anda yang merasa memiliki keahlian ini cobalah mendaftar ke perusahaan, saat interview anda katakan bahwa anda memiliki keahlian dalam bernegosiasi, dapat mempengaruhi lawan bicara dan dapat mendatangkan deal besar yang membuat untung perusahaan.

Pengalaman Pribadi

Cara ini telah saya coba saat pertama kali melamar pada salah satu perusahaan terbesar di indonesia yang bergerak dalam jasa financial.

Saat itu saya merupakan fresh graduate dan tidak punya pengalaman wawancara apalagi pengalaman kerja.

Jabatan yang saya incar adalah Marketing Head di perusahaan itu.

Saat wawancara saya di cerca beberapa pertanyaan yang tidak menjebak dan tidak pernah saya duga, namun berkat disiplin ilmu yang saya pelajari, saya berhasil menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat cair.

Ada tiga  pertanyaan yang di ajukan ke saya dan itu langsung mempengaruhi kelulusan wawancara saya.

Pertanyaan pertama :

Kenapa perusahaan ini harus memilih saya??? Dengan santai saya mengatakan bahwa saya adalah teman ngopi yang baik dan dari sini saya bisa mendapatkan informasi dan relasi yang mencptakan big deal bagi perusahaan. (Negosiasi Ringan)

Pertanyaan Kedua:

Apa Kelebihan Anda sehingga perusahaan ini mau menerima anda??? Saya menjawab ini dengan sebuah pertanyaan balik, yaitu dengan menanyakan siapa Head Marketing Terbaik disini?, Latih saya dan saya bisa lebih baik dari dia. (Negosiasi Tegas)

Pertanyaan Ketiga :

Jika nanti terterima di perusahaan ini, apakah anda siap di tempatkan dimana saja (Seluruh Indonesia)? Saya langsung menjawab, Dimana Saya harus tanda tangan (Closing Negosiasi)

Itulah sepenggal kisah mengenai cara negosiasi saat wawancara kerja, insya allah akan saya ulas lebih detail dalam postingan selajutnya.

 

Right Man and The Right Place

Mungkin istilah di atas adalah istilah yang tidak asing bagi anda bahkan mudah untuk diterjemahkan dengan kemampuan bahasa inggris dasar.

Orang dengan kemampuan berdiplomasi dapat beradapdasi di segala lini aspek kehidupan. Pasalnya anda akan dapat di terima dalam setiap komunitas, misalnya komunitas bisnis, komunitas intelektual sampai pada komunitas social-social club.

Jika anda termasuk orang seperti ini, anda paham akan positioning anda terhadap komunitas baru tersebut. Serta menempatkan diri di tempat yang benar. anda memiliki kepercayaan diri tinggi karena sudah mengerti situasi lingkungan yang dihadapi. Anehnya lagi jika anda pandai berdiplomasi anda tidak akan terkontaminasi dengan lingkungan yang anda masuki.

Fungsi Barrier inilah akan membuat anda menjadi role model komunitas baru tersebut bahkan mudah menjadi lebih jauh lagi sebagai leader baru dalam komunitas tersebut.

Sangat banyak contoh bagaimana orang yang sebelumnya sangat produktif dan berprestasi tiba-tiba larut dan hancur dalam dalam pergaulan barunya.

Kemampuan terakhir yaitu bisa memanfaatkan apa saja yang ada dihadapan anda sebagai alat yang akan dapat menguntungkan kepentingan anda. Orang ini adalah….

 

Man Behind The Gun

Ungkapan ini pun sangat familiar, mungkin jika anda pernah mengikuti seminar kepribadian, ungkapan ini sering di tekankan oleh Coach anda.

Senjata itu tergantung siapa yang memakainnya, pernah lihat film legendaris Rambo yang hanya menggunaka sangkur, panah dan sesekali memegang senjata mesin otomatis. ??? padahal musuhnya sangat banyak dan terkadang lengkap senjata.

Akhir cerita rambo akhirnya dapat menyelsaikan misinya. Begitupun jika anda memiliki kemampuan diplomasi, segala tools baik berupa jabatan, pengaruh atau dalam bentuk barang bisa anda gunakan dalam tepat guna. Serta memiliki hasil akhir yang sesuai keinginan anda.

 

Diplomasi Adalah Pisau Bermata Dua

kemampuan bernegosiasi dengan baik, sayangnya Diplomasi ini tidak akan lepas dari sejarahnya dimana orang sangat pesimis dengan kata itu. Orang benci bahkan memberi sentimen negati terhadap kata itu sebelum Edmurd Burke mulai mempopulerkannya.

Pernah melihat bagaimana orang yang bisa merubah situasi, memutar balikan fakta dari awalnya salah menjadi benar, serta lawanya yang dalam posisi benar menjadi bersalah?

Inilah orang-orang yang mengasah anugrah kemampuan berdiplomasi yang diberikan tuhan kepadanya namun tidak disukuri dan dipakai untuk melawan kebenaran tuhan.

Jadi pada akhirnya bagian terpenting dari artikel ini adalah bagaimana kita mempelajari ilmu berdiplomasi serta skill bernegosiasi dan menggunakannya pada jalan yang tepat.

 

Diplomatmuda.com

Jika ada yang di diskusikan silahkan tinggalkan komentarnya…

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here