Mungkin bagi kamu yang berada di luar Jakarta atau orang Indonesia yang belum pernah ke Ibukota, kalian akan menilai orang Betawi hanya dari informasi media sosial atau televisi.

Sekedar informasi buat kamu agar tidak salah persepsi bahwa Jakarta itu belum tentu Betawi, tapi Betawi pasti orang Jakarta.

Karena Jakarta merupaka Ibukota Negara maka banyak pendatang yang merantau dan mencoba keberuntungan disana.

Tapi jika kamu ketahui maka kamu akan mudah mengenal orang Betawi yang bisa jadi mirip dengan daerah kamu tinggal.

Kebiasaan Orang Betawi

http://jakarta-tourism.go.id

Seperti kebanyakan daerah yang berada di Indonesia, orang Betawi memiliki banyak kebiasaan positif yang sampai saat masih terus dipertahankan meskipun dikikis oleh urbanisasi dan asimilasi budaya.

Berikut ini kebiasaan orang Betawi yang bisa jadi ada di daerahmu.

Baca Juga :

Kebiasaan Orang Betawi Suka Nyarap

Nyarap adalah sarapan atau makan siang dalam bahasa pergaulan sehari-hari.

Jika kebanyakan orang Ibukota yang langsung beraktifitas dan tidak biasa sarapan. ada kemungkinan dia bukan orang asli Betawi.

Orang Betawi terbiasa sarapan dulu sebelum beraktifitas dan sarapanya tergolong berat, lihat saja nasi uduk, ketoprak, dan bubur ayam menjadi buruan orang Betawi di pagi hari.

Gimana??? Orang asli Ibukota gak sesibuk yang kamu lihat di televisi kan?, Berangkat sebelum subuh hingga lupa sarapan.

Orang Betawi sama aja kok seperti orang di daerahmu, hanya bedanya saja disini Ibukota.

Suka Bersosialisasi

Orang Betawi adalah Suku terbesar yang menghuni Ibukota Jakarta, mereka terdiri dari keluaga besar yang menempati berbagai wilayah di Jakarta.

Ketika datang pendatang baru ke wilayah tersebut orang Betawi suka berinteraksi dengan mereka yang pendatang.

Orang Betawi terkenal dengan masyarakat yang sangat terbuka, bayangkan bagaimana jika Betawi merupakan masyarakat yang tertutup maka tidak mungkin Jakarta menjadi tujuan merantau.

Inilah bukti sampai saat ini Jakarta masih menjadi tempat yang menyenangkan untuk mencari kerja.

Suka Bergotong Royong

Mungkin anda selama ini berpikiran bahwa orang Betawi cenderung individualis dan masa bodoh…

Mulai saat ini silahkan rubah persepsi anda, faktanya orang Betawi suka bergotong royong. mereka adalah mayoritas penduduk yang mendiami Jakarta.

Cobalah anda jalan ke perkampungan asli Betawi, disana anda akan meilihat aktifitas kerja bakti membersihkan lingkungan atau bahkan mendirikan dan membersihkan masjid.

Disetiap acara seperti orang nikahan mereka juga turut membantu menyumbangkan tenaga, seperti mendekorasi panggung dan juga masak-masak.

Suka Arisan

Efek dari kebiasaan orang Betawi yang suka berinteraksi dan bergotong royong menciptakan kebiasaan lain. Arisan keluarga dan teman.

Kebiasaan arisan ini semakin lama malah semakin banyak peminatnya, padahal untuk mengadakan arisan tidaklah mudah, kejujuran, konsistensi dan waktu luang menjadi kuncinya.

Meskipun tinggal kota yang aktivitas dan mobilitas sangat padat arisan ini tetap menjadi prioritas orang Betawi asli.

Arisan ini bahkan hampir setiap bulan dalam setahun tiada habisnya, minggu ini di rumah bin ini minggu depan di ruamh binti itu, begitu seterusnya.

So jika ada saudaramu atau kerebatmu yang malas ikut arisan alasanya sibuk informasikan saja artikel ini, malu sama orang Ibukota.

Suka Berpantun

Kalo ini benar, kamu sering melihat acara orang Betawi yang sering menggunakan pantun untuk bercerita.

Orang Betawi sangat pandai dalam merangkai kata baik dalam sajak dan iramanya, semuanya nyambung padahal kebanyakan dari mereka refleks dalam berpantun.

Refleks ini terbentuk akibat dari kebiasaan. Pantun telah menjadi budaya orang Betawi, pantun ini biasa digunakan dalam interaksi sehari-hari atau pada acara resmi, misalkan pernikahan.

Suka Melestarikan Budaya

Hidup di kota besar sekaligus Ibukota Negara dengan tingkat urbanisasi dan asimilasi budaya yang tinggi tidak membuat budaya Betawi terkikis.

orang Betawi sangat menghargai dan melestarikan budaya mereka, ini turun temurun, diajarkan kepada anak muda.

Moderenitas yang tinggi tidak membuat identitas Betawi memudar, bahkan budaya berjalan seiring dengan moderenisasi.

Jadi buat kamu yang tinggal di daerah, plis yah jaga budaya jangan sampai punah. hanya karna satu kata. Gaul.

Berbicara Ceplas Ceplos (To The Point)

Semua orang pasti akan bilang orang Betawi itu ceplas-ceplos, bicaranya yang cepat dan langsung menusuk ke hati.

Adengan dan dialegnya seperti yang sering kamu lihat di televisi, hanya saja menurut saya orang Betawi bukan ceplas ceplos apalagi tidak sopan.

Ini hanya pengaruh dari dialeg sehari-hari dan memang tinggal di daerah dengan mobilitas yang tinggi dan kota maju membuat orang berbicara To The Point.

Sama seperti orang Amerika dan Eropa, disana ada ungkapan yang mengatakan seperti ini.

Don’t Speak Word by Word or Sh*t by Sh*t

Suka Bercerita (Biasanya Hikayat atau Humor)

Bisa jadi lestarinya kebudayaan Betawi diakibatkan dari kebiasaan orang Betawi yang memiliki budaya tutur dalam kehidupan sehari-hari.

orang Betawi punya kebiasaan bercerita apa saja dari hal yang tidak penting, lucu bahkan cerita hikayat.

Itula juga penyebab legenda SI PITUNG masih diketahui hikayatnya oleh para generasi baru Betawi.

Suka bercerita ini yang menjadikan orang Betawi menjadi teman terasik anda saat merantau kesana.

Artikel Terkait : Pengertian Sejarah yang Salah Kaprah dan Definisi Sebenarnya

Kehidupan Sosial Masih Sangat Agamis

Menurut katadata.co.id jumlah mayoritas penduduk beragama muslim Jakarta adalah 83%. jika di persempit ke suku Betawi maka bisa jadi 90% orang Betawi beragama Islam.

Kehidupan sosial orang Betawi tidak terlepas dari nilai-nilai agama islam yang mereka miliki. mulai dari cara berpakaian menggunaka baju koko, sarung dan peci sampai pada bahasa serapan yang banyak di serap dari bahasa arab.

Apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, suasana islami sangat terasa, aktivitas di masjid tinggi, kue dan makanan bahkan tradisi bagi-bagi uang menjelang Idul Fitri.

Kata orang Jakarta sepi menjelang Idul Fitri, itu benar karena para pendatang balik ke kampung halamanya masing-masing. Tapi tidak dengan orang Betawi. karena mereka tidak suka merantau.

Jika puasa dan idul fitri cobalah pergi ke perkampungan suku asli Betawi.

Tidak Suka Merantau

Menurut Ichsanudin Noosy, seorang ekonom dan juga asli Betawi mengatakan bahwa orang Betawi jarang yang merantau, mereka lebih suka berada di daerahnya sendiri.

Jika alasan merantau adalah untuk mencari nafkah, maka Jakarta adalah tempatnya dan suku aslinya adalah Betawi, maka inilah yang membuat orang Betawi tidak suka merantau.

Biar Kamu Produktif Baca Juga :
15+ Ide Bisnis Online Minim Kompetitor (2019)
Strategi Marketing Online Untuk Usaha Lokal
Cara Bisnis Online Di Facebook Gratis Tanpa Modal (Works)
Cara Menghasilkan Uang Dari Internet Tahun 2019

Menurut data dari Geotimes bahwa komposisi penduduk di Jakarta mayoritas dihuni oleh pendatang. Etnis Jawa (35,16%), Sunda (15,27%), Tionghoa (5,53%) dan Betawi adalah 27.65%.

Jakarta sudah menyediakan segala alasan untuk orang datang merantau mengadu nasib disana.

Oleh sebab itu Betawi bisa dinobatkan sebagai tuan rumah yang baik.

Semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan dan pemahaman anda tentang Jakarta dan Suku Asli Betawi.

Jika suatu saat anda akan berangkat merantau ke Jakarta cobalah cari orang Betawi sebagai tempat anda singgah pertama. anda akan aman selama di Ibukota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here