Tidak bisa dipungkiri bahwa sosok Soeharto telah mengukir sejarah panjang di negara Indonesia. Selama 32 tahun dia telah menjabat sebagai kepala negara sepanjang rezim orde baru yang dipimpinnya.

Ilustrasi Gambar By Detik

Presiden Soeharto adalah seorang yang piawai dalam segala hal. Mulai dari awal merintis kariernya di dunia militer dengan bergabung bersama KNIL, kemudian dapat memperoleh posisi penting dalam jajaran TNI AD, hingga menjabat sebagai seorang Presiden pada awal tahun 60-an.

Sepanjang kesuksessannya memimpin bangsa ini selama 32 tahun, ia menerapkan berbagai macam taktik dan strategy di segala bidang dalam rangka memperoleh dan mempertahankan kekeuasaan yang dimilikinya.

Dalam rangka mempertahankan dan memelihara kekuasaanya, Soeharto adalah orang yang sukses. Kekuatan Soeharto sebenarnya tidak saja terletak pada partai Golkar yang ia naungi, ataupun ABRI yang berada di bawah komando penuh dirinya.

Kepribadian Soeharto

Namun kekuatan tersebut ada dan tersembunyi pada beberapa hal. Soeharto adalah orang yang tegas dan selalu berkomitmen pada segala keputusan yang ia buat. Soeharto soerang pemimpin yang mempunyai sikap santun sekaligus dapat bertindak keras bahkan kejam dalam menerapkan strategi politiknya pada masyarakat.

Sikap-sikap yang demikian tersebutlah yang mengacaukan pikiran orang, yang pada akhirnya menimbulkan dualisme pada masyarakat. Di satu sisi mereka menyadari suatu tindakan dari penguasa itu salah, namun dilain sisi mereka hanya mengindahkannya, karena mereka mempunyai anggapan baru yang terbentuk, bahwa tindakan seperti itu merupakan hal yang biasa saja terjadi.

Hal inilah yang mengacaukan standart etika masyarakat, sehingga mereka dapat memaklumi Korupsi dan Kekerasan Negara. Soeharto sangat berusaha menjaga hubungan baik dengan kroni-kroninya, karena ia menyadari bahwa terpeliharanya kepercayaan dan kesetiaan adalah hal yang penting.

Soeharto sangat selektif dan teliti untuk menempatkan seseorang dalam suatu jabatan. Bahkan ia sering menempatkan keluarga dan kerabat dekat untuk mengisi jabatan penting dalam pemerintahan.

Dwi Fungsi ABRI Zaman Soeharto

Diberikannya konsep dwifungsi kepada ABRI adalah cara Soeharto untuk menjaga hubungan baik dengan Militer khususnya TNI AD. Serta untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintah. Dengan demikian ia akan terus mampu untuk mengenali perangkap yang mungkin muncul  dari luar maupun dari dalam kekuasaannya sendiri untuk menjatuhkannya, serta dengan demikian ia pun dapat melindungi diri dengan kekuaatan dari loyalitas para pengikutnya yang terjaga lewat hubungan yang baik diantara keduanya dengan memberikan apa yang mereka inginkan.

Sektor Pembangunan Zaman Soeharto

Dalam sektor pembangunan nasional, Soeharto pun sukses meraih reputasi yang tinggi dari masyarakat. Selain sukses dalam karir politiknya di dalam negeri, ia pun berhasil membawa Negara Indonesia tumbuh dan berkembang dengan cepat, walaupun Indonesia terhitung sebagai Negara yang masih baru pada saat itu.

Dengan menggunakan fasilitas bantuan dari IMF, Soeharto mengembangkan sektor pertanian, sehingga hasilnya mencapai dua kali lipat.

Ia pun membangun hubungan baik dengan pemerintah asing dan Indonesia merupakan salah satu Negara pendiri ASEAN. Sehingga sebagai seorang penguasa, Soeharto dapat menjaga dan meningkatkan reputasi baik di mata rakyatnya lewat usaha besar dan kecakapannya, serta hal ini pula diharapkan dapat mangikis images buruk yang ada pada dirinya sebelumnya.

Yang pada akhirnya diharapkan hal-hal buruk dapat terlupakan dan termaafkan dengan sendirinya. Dan hanya kehebatan serta kebesaran dari dirinya yang akan terkenang.

Berakhirnya Rezim Soeharto

Setelah memimpin selama 32 tahun, akhirnya kekuasaannya pun mulai runtuh dan berakhir pada tahun 1998.

Gerakan reformasi yang dipimpin oleh mahasiswa dan para akademisi pada saat itu mengharapkan pemerintahan baru yang Demokratis serta bersih dari KKN.

Namun perlu disadari bahwa kejatuhan rezim orde baru Soeharto pada saat itu tidak semata-mata karena munculnya keinginan perbaikan tersebut, di balik semua itu kita sedang mendapat ancaman serius dari kebobrokan gaya baru para elit politik.

Perlu diingat, bahwa tidak sepenuhnya kejatuhan para penguasa korup dilandasi oleh kebangkitan kebaikan, namun soeharto pun jatuh karena banyak orang di sekililingnya menggunakan cara yang sama untuk menyingkirkan dirinya dan merebut kekuasaannya seperti yang ia lakukan pada masa yang lalu.

Tugas generasi muda untuk selalu memberikan semangat juang baru yang reformis dan jauh dari KKN untuk menuju Indonesia yang lebih cerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here