Keunggulan Kalimantan Timur
Ilustrasi Ibukota Baru (Pixabay)

Hari ini Indonesia punya sejarah baru, Meski belum disebutkan dimana pastinya letak pembangunan Ibukota baru, namun KALTIM resmi menjadi Ibu Kota baru Indonesia, lalu apa keunggulan Kalimantan Timur dipilih sebagai Ibukota?

Dikutip dari detik bahwa kepastian perpindahan Ibukota Negara Indonesia sudah fix berada di Kalimantan Timur, namun untuk lokasi detilnya belum di informasikan menurut Sofyan Jalil, Menteri Agraria Tata Ruang (ATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN ).

Ini dia 8 Keunggulan Kalimantan Timur Untuk Jadi Ibukota

Dibangun diatas tanah dengan proyeksi luas 40.000 hektar dengan menelan anggaran sebesar 446 triliun, tentunya pemerintah Indonesia telah mempertimbangkan untung dan ruginya mengenai lokasi pembangunan ibukota.

Berikut ini 8 keunggulannya

1. Dekat Bandara

Kalimantan timur secara transportasi udara memiliki posisi strategis, Kaltim sangat dekat aksesnya dengan bandara besar, bukan hanya satu tapi dua bandara sekaligus.

Dua bandara tersebut yakni Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan) dan Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (Samarinda).

2. Akses Darat (Jalan Tol Yang Panjang)

Jalan tol juga harus menjadi pertimbangan untuk pembangunan ibukota, Kaltim diuntungkan karena memiliki akses jalan tol dengan panjang 99.35 KM. Jalan tol (Balikpapan-Samarinda).

Hal ini menjadi modal awal untuk memperlancar transportasi pada fase-fase awal pembangunan, nantinya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, seperti di Ibukota sebelumnya (Jakarta).

3. Dekat Dengan Akses Laut (Pelabuhan Semayang)

Keunggulan Kaltim selanjutnya adalah akses pelabuhan yang sangat dekat, yaitu pelabuhan semayang balikpapan.

Balikpapan dijuluki dengan kota pelabuhan karena memiliki 2 pelabuhan domestik yaitu semayang dan kampung baru tengah.

Pelabuhan ini adalah pelabuhan tersibuk di balikpapan karena digunakan untuk transportasi barang dan angkutan umum untuk menyebrang ke pulau jawa, seperti Surabaya dan Jakarta.

4. Infrastruktur Energi dan Air Bersih Yang Memadai

Infrastrukur energi sudah mulai dibuat sejak tahun 2015 di KALTIM dan didorong percepatannya, sehingga akan mensupport percepatan kebutuhan pembangunan dan ekonomi.

Selain itu sumber air bersih sudah di genjot pembangunannya, sejak 4 tahun terakhir sudah di bangun bendungan-bendungan besar seperti bendungan teritip dan marangkayu.

Tidak hanya itu, konektifitas dan penyediaan air bersih sudah baik, bahkan sampai pada pengelolaan sampah.

5. Masyarakat Multikultural

Sebagai Ibukota nantinya akan banyak pendatang baru dari berbagai wilyah di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan masyarakat yang heterogen agar mempercepat proses adaptasi sosial.

KALTIM memiliki demografi heterogen karena sebagian besar penduduknya yaitu pendatang. Ketika ibukota berhasil pindah artinya ASN akan banyak pindah dan berbaur disana.

6. Bebas Bencana Alam

Indonesia adalah negara yang rentan di timpa bencana alam berupa gempa dan kebakaran hutan.

Kaltim dilewati oleh alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II diselat makasar, lokasi delineasi membuat Kaltim terhindar dari bencana alam yang disebutkan diatas.

7. Kalimantan Timur Jauh Dari Perbatasan Negara

Pulau kalimatan merupakan pulau yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia yaitu Serawak dan sabah.

Seperti diketahui bahwa wilayah perbatasan rentan akan konflik, namun Kalimantan Timur tidak berbatasan langsung dengan batas negara. Tapi jika terjadi sesuatu maka aksesnya lebih cepat dibandingkan dari Jakarta dulu.

Baca Juga : Sejarah Lahirnya Negara

8. Ketersediaan Lahan Yang Luas

Memindahkan Ibukota perlu diperhatikan adalah ketersediaan lahan pembangunan juga dampak lingkunganya.

Kalimantan Timur memiliki APL, HTI dan lahan bebas konsesi (pemberian hak izin), sehingga akan mempermudah pengadaan lahan dan percepatan pembangunan Ibukota baru.

Itulah 8 keunggulan Kalimantan Timur (KALTIM) sehingga terpilih menjadi Ibukota.

Semoga proses perpindahan ini berjalan sesuai dengan rencana, mari kita dukung Ibukota baru.

Sumber : Detik, Kompas dan Tirto.