Sebelumnya kita sudah membahas Sejarah Palestina dan Israelhttps://diplomatmuda.com/sejarah-palestina/ Pada bab tersebut menceritakan awal lahirnya Zionis. Oke langsung saja kita ke KONFLIK ISRAEL PALESTINA

Artikel Konflik Israel Palestina
Sumber : palestinechronicle.com

Pemberian Mandat Inggris dan Deklarasi Balfour

Gerakan Zionis mulai berjalan di Eropa sekitar abad ke sembilan belas, kata Zionisme di ambil dari bahasa Yahudi “Tziyyon” yaitu nama sebuah bukit yang terletak di barat daya Yerusalem.

Bukit ini dipercayai oleh orang-orang Yahudi sebagai tempat ziarah suci “Zion” yang mereka meyakini bahwa Raja Daud di kuburkan di sana.

Gerakan Zionis ini sudah mulai membuahkan hasil dimana Zionis berhasil mendirikan Rumah Nasional Yahudi di Palestina pada tahun 1917 dengan cara melobi pemerintah kolonial Inggris. (saat itu Palestina merupakan wilayah mandate Inggris)

Pemerintah Inggris menerbitkan Deklarasi Balfour dalam bentuk surat resmi dari menteri urusan Luar Legeri James Artur Balfour kepada pemimpin gerakan Zionis Lord Rothchild.

Dalam surat tersebut Balfour berjanji bahwa pemerintah kerajaan Inggris akan melakukan yang terbaik untuk pendirian sebuah rumah nasional bagi kaum Yahudi di Palestina.

[BACA JUGA] Jamal Khashoggi dan Ice Breaking 3 Negara

Isi Surat Deklarasi Balfour

Yang Terhormat Lord Ritchild,

Saya sangat gembira bisa menyampaikan pada anda, atas nama pemerintahan Sri Baginda, Deklarasi simpati dengan Aspirasi Zionis Yahudi berikut ini, yang telah di berikan kepada, dan disetujui oleh kabinet.

Pemerintah Sri Baginda bermurah hati dengan pembangunan di Palestina sebagai rumah nasional orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha terbaik mereka guna memfasilitasi tercapainya tujuan ini.

Sudah jelas di pahami bahwa tidak akan ada tindakan yang merugikan hak sipil dan religius atas komunitas non-Yahudi di Palestina, atau hak-hak dan status politik yang di nikmati Yahudi di negara lain manapun.

Saya sangat gembira jika anda membawa deklarasi ini ke Federasi Zionis.

Tertanda: Artur James Balfour

Deklarasi Balfaur ini sangat melukai dan mendapat penolakan masyarakat Arab Palestina, dimana deklarasi ini hanya melihat pada satu sisi saja dan tidak melihat landasan historis sejarah tanah ini.

Masyarakat Arab telah menghuni tanah tersebut selama beberapa abad lalu, ada faktor kesengajaan yang terjadi saat perumusan deklarasi Balfaur tersebut. Lobi Yahudi Sangat kental dalam LATAR BELAKANG KONFLIK ISRAEL PALESTINA.

National Home dan Negara Independen

Pemerintahan Inggris memahami bahwa maksud dari di dirikanya “national home” itu sebagai wilayah dari bagian Inggris, tanpa menyadari bahwa ini merupakan upaya Yahudi untuk menjadi negara yang independen.

Deklarasi inilah yang kemudian menjadi landasan legal formal Zionis-Yahudi untuk kemudian tinggal di wilayah Palestina.

Pada 25 April 1920 secara resmi dewan tertinggi sekutu memberikan mandat atas Palestina kepada Inggris dan pada 22 Juli 1922 Inggris secara formal dinyatakan sebagai mandat yang di sahkan oleh LBB.

Mandat itu dengan tugas menyediakan bagi bangsa Yahudi tempat tinggal nasionalnya di Palestina, yang memasukan ke dalam teksnya hampir kata demi kata, Deklarasi Balfour yang telah di terbitkan sebelumnya.

Tugas mandat yang ditanda tangani di San Remo (1920) oleh pemerintah Inggris telah membuka pintu selebar-lebarnya bagi imigrasi Yahudi ke Palestina, namun aksi ini segera mendapatkan protes dari penduduk arab.

Kerusuhan Anti Yahudi Pertama

Pada tahun 1921 terjadi kerusuhan anti-Yahudi, dan hal ini memancing Winston Churchill (saat itu menjabat sebagai sekretaris kolonial) untuk mengeluarkan Memorandum Churchill (2 Juli 1922)

Momerandum ini yang menegaskan kembali keingginan London untuk mendirikan pemukiman Yahudi di Palestina, yaitu untuk menenteramkan penduduk Arab bahwa deklarasi Balfour tidak bermaksud mengambil alih Palestina secara keseluruhan menjadi suatu negara Yahudi .

Momerandum ini juga menyatakan bahwa masuknya Yahudi ke Palestina hanya untuk memperluas kapasitas penyerapan ekonomi negara.

Pernyataan tersebut secara resmi mendapatkan sambutan yang hangat bagi Zionis namun mendatangkan protes kembali dari bangsa Arab.

Imigrasi Bangsa Yahudi Ke Palestina

Konflik Palestina Dan Israel
The Palestine Post

Berdasarkan deklarasi Balfour dan mandat Inggris tersebut Zionis kemudian melanjutkan langkah-langkahnya dalam merebut kembali Palestina yang diyakini sebagai tanah yang di janjikan,

Kemudian Zionis melakukan agenda pemulangan besar-besaran kepada masyarakat Yahudi yang tersebar di berbagai negara.

Proses pemulangan tersebut telah di rencanakan sedemikian rupa sehingga pemulangan tersebut terstruktur dan terorganisir dengan rapi. Strategi mencari empati kepada Inggris dan Amerika telah berhasil menjalankan projek Zionis.

Alasan utama Yaitu mempertahankan diri (self-determination) dari genosida yang mereka alami. mereka mendapatkan dukungan berupa kekuatan finansial dan dukungan militer dalam upaya mengawal imigrasi penduduk Yahudi di Palestina. (Sumber)

Sebelumnya, pada tahun 1869 sebelum adanya Rumah Nasional Yahudi sudah ada upaya untuk mengembalikan bangsa Yahudi ke Palestina, namun masuknya Yahudi ke Palestina ini masih dengan cara sembunyi-sembunyi dan belum terstruktur dan terkoordinasi dengan baik.

Menekan Turki Ottoman

Upaya tersebut berupa mereka meminta negara-negara Eropa untuk menekan pemerintahan Turki yang saat itu memiliki kewenangan terhadap Palestina.

Sehingga pemerintahan Turki Ottoman tersebut mengeluarkan undang-undang tentang yang mengizinkan orang asing, baik berupa individu, institusi atau perusahaan untuk memiliki properti dan tanah,

sehingga dengan undang-undang ini Yahudi berhasil memasuki dan memiliki tanah di Palestina.

Dari sini mulailah muncul pembelian besar-besaran tanah di Palestina dan bertambahnya imigran-imigran Yahudi yang pada awalnya hanya sekitar 1.500 jiwa menjadi 25.000 jiwa pada tahun 1903.

Kemudian dengan adanya Rumah Nasional, Zionis mulai mengkoordinir penarikan penduduk Yahudi yang tersebar di berbagai belahan bumi untuk di imigrasikan ke Palestina.

Fase-Fase Masuknya Yahudi

Proses masuknya imigran Yahudi paska 1903 di bagi dalam empat  tahap.

  • Fase Pertama

Pada tahun 1904-1918, imigrasi ini terjadi paska pembentukan organisasi Zionis di Bassel-Swiss. ini adalah program pertama pemulangan Yahudi ke Palestina dengan semboyan “the land without a People for the People without a land”.

Pada tahap ini Zionis berhasil mengirim Imigran mencapai 40,000 jiwa, sebagian besar mereka di datangkan dari Rusia dan Rumania.

  • Fase Kedua

tahun 1919-1923, pada tahap ini jumlah imigran mencapai 35,000 jiwa dengan hitungan rata-rata 8,000 jiwa pertahun, mereka di datangkan dari berbagai wilayah di Eropa dan juga sebagian dari Amerika.

  • Fase Ketiga

Imigrasi ini tahun 1924-1932, fase ini di mulai saat adanya deklarasi Balfour, mandat Inggris, pada tahap ini sekitar 80,000 imigran berhasil di datangkan ke Palestina.

Imigran pada tahap ini berasal dari para kalangan kelas menengah yang sudah mempunyai posisi dan ekonomi yang mapan di negara asal mereka, khususnya di negara Polandia.

Imigran inilah yang mulai  membangun dan mengeksploitasi segala hal yang berada di Palestina, dengan berbekal kekuatan ekonomi yang mapan dan individu yang terdidik. Selanjutnya adalah

  • Fase Keempat

tahap terakhir 1933-1939, jumlah imigran yang datang pada fase ini mencapai 215.000, sebagaian besar datang dari Eropa-Tengah yang rata-rata merupakan korban Genosida dari tentara Nazi.

Penutup

Konflik Israel Palestina Merupakan sejarah panjang yang perlu di ketahui, Mulai dari LATAR BELAKANG KONFLIK ISRAEL PALESTINA sampai dengan Resolusi  KONFLIK PALESTINA DAN ISRAEL

Pada Artikel Selanjutnya saya akan menceritakan bagaimana pembagian Negara Palestina setelah berdirinya Negara Yahudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here