lulusan hubungan internasional nganggur

Entah mengapa setelah tau bahwa saya adalah alumni HI, ketika ketemu beberapa kawan lulusan fakultas lain mereka nanya apakah lulusan hubungan internasional nganggur?

Sontak pertanyaan itu bikin kaget banget, sepertinya ada persepsi yang berkembang di dunia akademis dan pada umumnya di masyarakat terbangunnya seperti itu.

Baiklah, saya harus menjawab pertanyaan tersebut dengan pengalaman pribadi dan juga beberapa teman seangkatan saya plus beberapa orang yang saya kenal.

Kita flashback dulu, FYI, jurusan hubungan internasional itu merupakan salah satu jurusun paling bergengsi di kampus, mata kuliahnya pun keren dan beda banget dengan jurusan yang lain, plus biaya kuliahnya juga tergolong cukup mahal.

Tambahan info lagi, bahwa jurusan hubungan internasional itu tidak dibuka di setiap kampus yang ada di Indonenesia, hanya kampus-kampus tertentu. silahkan baca ini.

Dari fakta jurusan hubungan internasional diatas harusnya kesimpulannya seperti ini.

  • Jurusan bergengsi tentunya punya magnet tersendiri
  • Matakuliah yang berbeda tentunya menghasilkan produk yang lain daripada yang sudah ada
  • Biaya kuliah tergolong cukup tinggi tentunya menghasilkan lulusan dengan daya tawar yang tinggi.
  • Jurusan yang hanya ada pada kampus tertentu artinya jurusan ini persaingannya tidak tinggi dibandingkan jurusan lain yang hampir semua universitas buka.

Namun persepsi yang ada di masyarakat tentunya tidak lahir begitu saja, ada fakta empiris yang melahirkan pertanyaan ataupun peryataan seperti ini.

Karena ini merupakan fakta empiris dan fakta empiris itu akan gugur jika ada fakta empiris yang terbaru, kira kira seperti itu teorinya.

oke kita mulai berdasarkan fakta empiris dari saya pribadi.

Fakta Empiris Pribadi Lulusan Hubungan Internasional

Setelah lulus faktanya benar, sulit sekali saya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan tujuan akhir dibuatnya jurusan ini, yaitu menjadi diplomat atau setidaknya bekerja di luar negeri.

Setelah lulus kuliah, kurang lebih hampir 8 bulan saya belum menemukan pekerjaan, mau jadi diplomat gak mungkin, karena diplomat itu ada syaratnya, bekerja di luar negeri tidak punya kesempatan.

Namun, herannya ketika mencoba melamar mengarahkan lamaran pekerjaan saya ke tempat yang lebih umum, spesialnya sektor finansial. Bisa dikatakan saya lulus karena faktor saya merupakan lulusan hubungan Internasional.

Apa yang saya dapatkan semasa kuliah, telah membentuk diri saya menjadi pribadi yang berbeda dengan teman-teman dilingkungan kerja saya.

Punya pengetahuan global, bisa berbicara di depan umum dan terkadang ngomongnya ke barat-baratan, mudah beradaptasi dengan teknologi dan cara berpikir yang out of the box. Jadi blast, ini yang disukai oleh sebuah perusahaan.

Akhir cerita, saya berhasil mendapatkan kerja pertama saya dengan mengikuti MDP (Manager Development Program), mirip seperti AKPOL lah jika di kepolisian, lulus langsung ada bintangnya.

Note : Saya tidak mengalami hambatan berarti ketika mengikuti seleksi tersebut.

Nasib Lulusan Hubungan Internasional Angkatan Saya

Cerita dari teman seangkatan saya lebih wow lagi, mereka memiliki pekerjaan yang luar biasa, sesuai dengan koridor jurusan hubungan internasional ini di bentuk.

Beberapa kawan saya berhasil menjadi dosen di luar negeri, beberapa sahabat saya menjadi bekerja di luar negeri, ada yang keterima di perusahaan yang ada di Indonesia dan bahkan sampai memiliki istri WNA.

Sebagian dari mereka juga bekerja di sektor perbankan dan menjadi PNS di kementrian dalam negeri dan luar negeri, ada juga yang kerja di cukai dan imigrasi.

Jika naik sedikit ke angkatan atas, ada salah senior saya yang bahkan berhasil menjabat sebagai diplomat turki.

Jika anda pengen tahu lebih lengkanya anda bisa baca artikel saya yang ini.

Namun beberapa juga yang saya dengar beberapa teman saya belum memiliki pekerjaan tetap sampai dengan saat ini, tapi jumlahnya bisa di hitung pakai jari sih.

Menurut saya ini kembali lagi ke personal masing-masing mereka, karena buktinya sebagian besar sahabat saya lulusan hubungan internasional punya pekerjaan tetap.

Mungkin yang teman saya wanita tidak lagi bekerja karena dilarang suaminya dan yang laki-lakinya punya cara berpikir sendiri.

Jika diurai benang kusutnya penyebab lulusan hubungan internasional ngangur seperti ini

Penyebab Lulusan Hubungan Internasional Pengangguran

Penyebab anak HI itu kebanyakan nganggur ada beberapa, paling tidak sama seperti penyebab sarjana yang kebanyakan nganggur pada umumnya.

Malas Cari Kerja

Jangan salah loh, kebanyakan sarjana karena keasikan dengan dunia kuliah, masih suka main dan suka nongkrong, masih terbawa suasana santai saat kuliah terbawa sampai dengan lulus, akhirnya malas kerja. sebagian lagi karena memang belum butuh uang, masih cukup uang jajan dari orang tua.

Pilih-Pilih Kerjaan

Penyakit kronis para sarjana sehingga menyebabkan dia nganggur karena terlalu banyak milih pekerjaan, tidak mau kerja disini karena gue sarjana ini, malu kerja disitu karena gue ini sarjana. Klo kamu masih punya pikiran gini ya susah.

Namun ada juga penyebab khususnya anak lulusan hubungan internasional nganggur, yah mungkin karena jurusan ini memang beda, maka penyebabnya juga jadi berbeda.

  • Tidak Mengasah Keahliannya

Tidak semua anak HI itu jago bahasa inggris (termasuk saya), apalagi multi bahasa. Juga tidak semua pandai bicara dan bernegosiasi dan lain sebagainnya.

Padahal jurusan ini sudah menyediakan wadah untuk bisa menjadi seperti hal diatas, hanya saja mereka malas mengasahnya.

  • Tidak Berorganisasi

Jurusan hubungan internasional itu anak sosial, mestinya suka sama organisasi, disana akan dilatih dan bisa memiliki banyak jaringan, kamu pasti sepakat dengan Morgenthau kan??? Power Is Relations!!!.

  • Terlalu Idealis

Emangnya lulusan HI wajib jadi diplomat??? gak, stok diplomat itu terbatas, ga mesti juga kamu harus go internasional. Jangan sesempit itu pemikirannya. cobalah melihat hal yang baru, liat peluang baru.

Kalau kerja itu untuk mencari nafkah dan pengalaman, semua pekerjaan pasti memberikan hal tersebut. Jadi carilah pekerjaan alternatif atau berbisnis aja sekalian.

  • Pulang Kampung/Tidak Merantau

Kebanyakan mereka gagal karena setelah lulus harus kembali ke kampung, emang sih mengabdi untuk kampung halaman pekerjaan yang mulia. Asalkan kamu sampai di kampung benar-benar mengabdi, bukan dia aja.

Kedutaan besar, perusahaan asing dan lain sebagai itu ada di kota-kota besar, cobalah dulu apply lamarannya disana. semakin banyak ditebar semakin besar presentasi suksesnya.

Nanti klo dah benaran nyerah, silahkan balik kanan, angkat koper pulang kampung, tapi ingat sampai disana kamu harus berkontribusi untuk kampung halamanmu tercinta.

Pegang prinsip ini

Kaya di rantau orang atau jadi raja di kampung sendiri

Diplomatmuda.com

klo kamu paham, pasti kamu sadar hanya ada dua pilihan hidup, jangan pakai prinsip Pulang malu tak pulang rindu ya…

  • Tidak Punya Skill Lain dan Soft Skill

Dunia perkuliahan itu berbeda dengan dunia saat sekolah SD,SMP dan SMA dulu, kuliah itu lebih spesifiknya adalah membentuk kepribadian sekaligus mengasah keahlian.

Jadi kembangkan soft skill selama masa kuliah, asah skill lain, dunia kuliah punya segalanya untuk membantu kamu terus berkembang, lingkungan kampus itu support kamu, tinggal kamunya yang bagaimana.

Oke sekian dulu, tulisan ini tidak untuk menceramahi hanya sekedar menjawab secara diplomatis tentang pertanyaan lulusan hubungan internasional nganggur.