pengertian sejarah
sumber foto : gardaindonews.com

Banyaknya definisi atau pengertian sejarah menjadi referensi tersendiri bagi orang yang mempelajarinya. sejarah adalah salah satu ilmu pengetahuan yang tidak semua orang sukai, tapi ternyata semua orang pasti punya sejarah.

Diplomat Muda sendiri sangat tertarik dengan sejarah, ada beberapa artikel disini tentang sejarah misalkan sejarah berdirinya negara dan sejarah israel palestina

Buat anda yang sedang belajar tentang sejarah atau tertarik pada studi ini, diplomat muda punya pengertian sendiri mengenai sejarah.

Saat ini pasti jika anda googling akan banyak sekali bertebaran pengertian sejarah mulai dari pengertian sejarah menurut para ahli dan pengertian sejarah secara Individu.

Pada dasarnya refernsi yang anda temukan tentang pengertian sejarah itu sebagian besar benar adanya. tapi kali ini diplomat akan memberikan definisi yang tidak biasa, pengertian sejarah tidak banyak di bahas.

Pengertian Sejarah Yang Salah Kaprah dan Yang Benar

Sejarah karena terlalu luas ruang lingkupnya mengakibatkan orang keliru dalam berdefinisi, oleh sebab itu perlunya mengetahui definisi sejarah yang keliru dan benar

Pengertian Sejarah Menurut Definisi Yang Keliru

Pengertian Sejarah : History is Not Myth

Sama-sama menceritakan tentang masa lalu, tapi sejarah tidak sama dengan mitos (myth). Mitos bercerita tentang masa lalu dengan: (1) Waktu yang tidak jelas; (2) kejadiannya tidak masuk akal, meskipun banyak dipercaya orang. Contoh: dongeng sangkuriang (jabar), ajisaka (jateng), to Manurung menurunkan raja-raja (Sulawesi), dsb.

History Is Not Philoshopy

Sejarah sebagai sebuah ilmu akan terjatuh kedudukannya apabila disandingkan atau berhubungan dengan filsafat. Mengapa? Karena, kalau dikaitkan dengan filsafat, sejarah:

(1) dapat dimoralkan;

(2) sejarah sebagai ilmu yang kongkrit, dapat menjadi semacam filsafat yang abstrak.

Filsafat itu abstrak dan spekulatif. Artinya, filsafat itu hanya berurusan dengan pikiran yang umum. Kalau filsafat berbicara tentang manusia, artinya adalah manusia dalam arti umum atau kesulurahan.

Sebaliknya, sejarah berbicara mengenai manusia, manusia yang dimaksud adalah sudah tertentu yang mempunyai tempat, sifat, waktu, dan terlibat dalam suatu kejadian. Manusia dalam perspektif filsafat, hanya ada dalam gambaran atau angan-angan.

Contoh: filsafat materialism historis yang mengandaikan, bahwa sejarah manusia akan mealui beberapa tahapan, yaitu masa perbudakan – feodalisme – borjuasi – kapitalisme – proletar (masyarakat tanpa kelas).

history is not a natural science:

Sejarah (history): ilmu-ilmu manusia (human studies). Ilmu-ilmu manusia, ada yang menjabarkannya lebih lanjut ke dalam ilmu social (social science) dan ilmu-ilmu kemanusiaan (humanities).

Ilmu-ilmu alam (natural Sciences): bertujuan untuk menemukan hukum-hukum yang

(1) umum (universal), sehingga menjamin (2) keobyektifan (objective); (3) mempunyai metode, dan (4) system.

Ilmu sejarah yang termasuk ke dalam ilmu-ilmu social berusaha menuliskan hal-hal yang khas atau bersifat idiografis (ciri-ciri seseorang). Dalam sejarah, kita bisa membicarakan mengenai peristiwa atau kejadian-kejadian tertentu, misalnya tentang revolusi perancis (1789), revolusi amerika, revolusi Bolshevik (1917), perang dunia I (1914 – 1918), dan lainnya.

history is not a literature:

Sejarah berbeda dengan sastra setidaknya dalam 4 hal:

  • Cara kerja;
  • Kebenaran;
  • Hasil keseluhruhan;
  • Kesimpulan.

Dalam sastra, imajinasi yang lahir dalam kehidupan sebagaimana yang dimengerti oleh pengarangnya, jadi kebenarannya bersifat subjektif. Hasil keseluruhannya, dimaksuskan agar pengarang bisa taat pada azaz dengan dunia yang dibangunnya sendiri.

Bisa jadi, sastra justru berakhir dengan pertanyaan. Sejarah tidak bisa berjalan dengan 4 hal seperti yang harus ada pada sastra tersebut, karena sejarah harus berupaya memberi informasi yang selengkap-lengkapnya, sejelas-jelasnya, dan setuntas-tuntasnya.

Pengertian dan Pemahaman Sejarah Yang Benar

Lalu seperti apa pengertian sejarah dan pemahamannya yang benar, jika pemahaman di atas adalah salah. tenang ini dia persyaratannya

Sejarah terikat pada prosedur penelitian ilmiah.

Sebagai ilmu (social), sejarah sangat menjunjung tinggi kebenaran ilmiah dan hal itu diletakkan pada para sejarahwan yang dituntut untuk bersedia secara terus menerus meneliti dan menggali sumber-sumber sejarah secara tuntas agar bisa obyektif.

Sejarah adalah ilmu tentang manusia.

Peristiwa masa lalu itu sangat luas. Terjadinya alam semesta memang sudah lalu, tetapi hal itu menjadi obyek penelitian astronomi, bukan sejarah. Demikian pula pergeseran-pergeseran bumi di masa lalu, itu pekerjaan geologi, bukan sejarah. Jadi, sejarah hanya bercerita tentang manusia.

Tetapi, juga bukan mengenai manusia masa lalu secara keseluruhan, manusia-manusia masa lalu yang sudah menjadi fosil menjadi penelitian antropologi ragawi, bukan sejarah. Demikian juga tentang benda-benda, yang kenadatipun itu buatan manusia juga namun lebih menjadi kajian arkeologi daripada kajian sejarah.

Sejarah adalah ilmu tentang waktu

Jika dibandingkan dengan ilmu yang lalu, maka sejarah adalah ilmu tentang waktu (lampau). Sosiologi, mengkaji masyarakat terutama pada stratifikasi sosialnya. Ilmu politik, mengkaji masyarakat (manusia) tetapi lebih difokuskan pada kekuasaan. Ilmu ekonomi atau karakteristik manusia baik sebagai individu atau kelompok. Antropologi, mengkaji manusia tetapi menekankan kepada kebudayaannya, dan sebagainya.

Jadi sejarah mempelajari manusia juga (objek material) namun ditekankan kepada waktu (lampau). Tentnag waktu ini harus mengikuti beberapa ukuran yaitu menyangkut (1) perkembangan; (2) kesinambungan ;(3) pengulangan; dan (4) perubahannya.

  1. Bila berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke bentuk lain. Hal itu mengandaikan tiadanya pengaruh dari luar yang menyebabkan pergeseran. Misalnya, kita lihat perkembangan demokrasi di amerika. Mula-mula kota-kota kecil di new England pada abad ke 17, lalu menjadi dewan-dewan kota, lalu menjadi kota-kota propinsi, kota-kota besar, kota-kota metropolitan dan megapolitan. Jadi, demokrasi disana mengikuti perkembangan kota-kota tersebut.
  2. Terjadi, apabila masyarakat baru Cuma mengadopsi dari masyarakat atau tatanan lembaga lama. Kolonialisme adalah kelanjutan dari ptrimonialisme, misalnya.
  3. Terjadi bila kejadian yang sudah berlangsung dimasa lalu, kini terulang kembali.
  4. Terjadi, bila masyarakat mengalami pergeseran (sama dengan yang terjadi dalam tahap perkembangan) tadi.

sejarah adalah ilmu tentang sesuatu yang bermakna social.

Tidak semuanya penting untuk perkembangan dan perubahan masyarakat. Misalnya, kedatangan para haji dari Makkah mungkin hal itu peristiwa biasa.

Tetapi, kedatangan haji tertentu menjadi penting karena pada tahun 1888 merekalah yang mengobarkan api pemberontakan petani di banten. Perempuan menjadi komponis di waktu sekarang pertama kali menciptakan lagu atau music, dan lainnya.

sejarah adalah ilmu tentang  sesuatu yang tertentu, satu-satunya, dan terperinel.

Sejarah adalah sejarah tertentu. Misalnya, sejarah itu harus menulis tentang pemberontakan komunis di indonesia tahun 1965, tidak tentang pemberotakan pada umumnya yang dapat terulang lagi.

Pemberontakan komunis tahun 1965 itu hanya sekali terjadi dan hal itu tidak terulang di tempat lain.

Sejarah harus terperinci dan detail. Artinya, sejarah harus menyajikan yang kecil-kecil juga, tidak terbatas hanya yang besar-besar saja. Ada yang mengatakan, bahwa sejarah adalah “master of detail”.

Jadi apakah sejarah itu?

  1. Sejarah adalah ilmu yang memperlajari atau merekonstruksi masa lalu (prof. dr. kuntowijoyo).
  2. History is a continuous process of interaction between the historian and his facts; it is an unending dialogue between the present and past (Prof. Edward H. Carr)

Sekian dulu dari saya, semoga dapat memahami tentang pengerian sejara. kata Bung Karno JAS Merah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here