Hubungan Internasional

Memahami Sejarah Hubungan Internasional merupakan studi penting dari hubungan internasional intu sendiri. Semuanya pasti memiliki awal dari sebuah hubungan.

Anda mungkin sering melihat berita yang disajikan oleh media-media nasional menyangkut peristiwa besar misalnya, pertemuan para pemimpin Negara, Negosiasi, Kerjasama, perdagangan internasional, aksi teror dan lain sebagainya.

Untuk memahami semua fenomena diatas para pelajar Ilmu Hubungan Internasional memahami topik-topik ini dalam kajian-kajian dasar serta studi akedemik politik internasional. Mereka mencoba menyederhanakan semua fenome tersebut.

Ilmu hubungan internasional tidak berfokus kepada berita besar tersebut, melaikan mengapai itu terjadi dan seperti apa sejarahnya.

Mari kita cari tahu apa itu hubungan internasional, tujuan hubungan internasional dan apa arti penting memahaminya.

Hubungan Internasional Berawal dari Sebuah Negara

Negara merupakan objek utama dalam hubungan internasional, terdapat banyak negara di dunia yang tersebar di seluruh dunia, kurang lebih ada 195 negara.

Negara-negara tersebut jelas berbeda satu sama lainnya, namun juga ada persamaan antara sesamanya. Setiap negara memiliki batas teritorialnya, dan mengklaim bahwa negaranya merupakan negara yang berdaulat (menentukan nasibnya sendiri).

Negara berdaulat bukan hanya mengatur arah negaranya sendiri namun negara tersebut satu sama lain saling terhubung yang intinya agar dapat memenuhi kebutuhan negaranya. Seperti perdagangan, transfer teknologi dan informasi bahkan menjalankan politik luar negerinya.

Lahirnya Negara Berdaulat (Sovereign State)

Di abad pertengahan politk intenasional Eropa belum terlalu jelas arahnya, timpang tindih antara yudridiksi dan kesetiaan. Semuanya tergabung pada kekuatan lokal dan politik lokal.

Ditingkat lokal ini terdapat banyak macam entitas politik, ada penguasa feodal yang memerintah kawasan-kawasan tertentu, ada yang diperintah oleh ulama-ulama yang berpolitik, peran pedagang independen, kalangan petani dan kelompok kecil kasatria perang.

Pada akhirnya semuanya mengkerucut pada 2 lembaga yang ingin menguasai benua Eropa, mereka adalah Gereja (Katolik) dan Kekaisaran.

Geraja yang berpusat di Vatikan memegang otoritas spritual yang telah menguasai banyak penduduk di benua Eropa, begitupun dengan kekuasaan Romawi Suci yang menguasai hajat hidup orang banyak di Eropa.

Pada titik akhir eropa memasuki zaman moderen, banyak wilayah mulai tidak mematuhi lagi kekaisaran romawi seperti prancis, inggris dan swedia.

Disisi lain mereka yang fanatik terhadap agama yang berpusat di vatikan mulai membentuk negara-negara sendiri, bahkan terjadi perlawan terhadap Gereja. Banyak tanah Gereja yang beralih kepemilikan ke negara.

Puncaknya terjadi perang dimana-mana, melawan Gereja sekaligus kekaisaran Romawi, negara semakin percaya diri dalam menentukan nasibnya sendiri.

Pada abad keenam belas negara mulai meletakan perhatian pada sistem administrasi kemudian memungut pajak, mengangkat pasukan untuk mempertahankan negara dari serangan negara lain dan juga memerangi para penunggak pajak.

Memasuki zaman eropa moderen negara mulai memikirkan ekonomi dan politik, disini ekonomi dan politik memasuki masa keemasan.

Para masyarakat mulai dilibatkan dalam pembentukan negara, disekolahkan ke univertas untuk menemukan cara terbaik mengelola negara serta mengatur tatanan sosial masyarakan dan menjamin perdamain.

Sistem Westphalia 1648 : Dasar Hubungan Internasional

Setelah negara-negara di eropa bermunculan timbul perang-perang baru yang jauh lebih sadis dari perang-perang lokal sebelumnya.

Saat ini perang tidak lagi berdasarkan otoritas lokal melawan pemerintahan universal, perang terjadi karena persaingan antar negara-negara yang telah berdiri.

Perang ini dikenal dengan perang 3o tahun (1618-1648). Perang terpanjang dalam sejarah kelam benua eropa, akibat dari perang ini menghilangkan sepertiga populasi Jerman.

The Treaty of Westphalia 1648, mengakhiri perang panjang selama 30 tahun tersebut. Eropa menetapkan cara baru dalam mengatur politik internasional.

Tidak ada institusi politik tertinggi selain negara itu sendiri, ,mereka benar-benar berdaulat dalam pemerintahan tanpa ada teror dari negara lain. Semua negara secara formal adalah sama, memiliki kewajiban dan hak yang sama.

Mulai bermunculan suatu sistem yang mengatur urusan antar negara, praktik diplomasi dan negosiasi mulai dijalankan. Perjanjian damai  serta kerjasama dagang mulai berjalan dengan damai tanpa ada nominasi suatu negara terhadap negara yang lain.

Lahirnya Sistem Politik dan Negara Bangsa (Nation-State)

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa awal berdirinya negeri didirikan untuk mempertahankan diri dari serangan negara lain (Strategi Perang) dan untuk mengekspolitasi sumber daya manusia yang ada di dalamnya untuk keberlangsungan hidup negara tersebut.

Namun pada abad 18 negara yang dirancang seperti diatas kemudaian berubah menjadi sangat radikal, yaitu dengan memasukan definisi bangsa kedalam sebuah negara. Negara-Bangsa (Nation-State) memiliki tujuan yang berbeda dengan negara.

Saya tidak ingin menjelaskan definisi National-State Kepada anda. Namun saya akan menggambarkan bagaimana itu terjadi.

Sejarah negara bangsa tidak akan terlepas dari dua negara yaitu Amerika dan Prancis. Mereka yang pertama mengumandangkan istilah Nasionalisme. Sehingga ini yang menjadi dasar awal sistem politik di dunia.

Amerika serikat dalam mukadimah konstitusinya membuat frasa yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya “Kami Rakyat Amerika Serikat”. Yang menjadi landasan konstitusi hampir setiap bangsa negara yang ada di dunia. Cobalah anda buka kosntitusi Indonesia kontenya hampir sama.

Negara kedua yang mempengaruhi adalah Prancis. Sebelumnya Prancis di perintahkan oleh raja-raja yang memegang penuh pemerintah negara.

Namun revolusi tahun 1789 telah merubah sistem pemerintahan Prancis. Bangsa Prancis mulai dari sekarang diperintah oleh rakyat, bangsa, dan sesuai dengan prinsip-prinsip liberté, égalité et fraternité – kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan.

Bangsa Prancis yang dipimpin oleh kekaisaran Napoleon Boneparte telah merubah sistem politik dengan perang penaklukakn negara-negara di eropa.

Sistem politik ini kemudian berkembang sampaing ke wilayah Asia dan Afrika yang sebenarnya sebelumnya punya sistem politik tersendiri.

Kesimpulan

Memahami hubungan internasional merupakan sebuah kesatuan kompleks, landasan utamanya adalah sejarah dengan menempatkan negara menjadi subjek kajian utama.

Hubungan Internasional memiliki sejarah panjang dan kelam dalam menghasilkan sistem perpolitikan yang sudah banyak diadopsi oleh negara-negara moderen.

Perilaku negara-negara di Eropa ini kemudian terus berkembang dan menjadi studi khusus lahirnya hubungan Internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here