Fenomena Pegawai Bank Resign Karna Takut Riba

58
Fenomena Pegawai bank resign

Fenomena pegawai bank resign sejak tahun 2017 sampai dengan saat ini terus meningkat, khususnya bagi mereka yang beragama muslim.

Hukum bekerja di bank yang telah diharamkan banyak jumhur ulama membuat keresahan tersendiri dikalangan bankers yang beragama muslim. Terlebih mereka yang sudah senior.

Fenomena pegawai bank resign bukan hanya terjadi di bank saja, melainkan anak perusahaan seperti leasing dan berbagai bisnis yang berada di sektor simpan pinjam yang mengandung ribawi.

Dilansir dari detikFinance bahwa dalam kurun 2017 jumlah pegawai bank terus berkurang terutama di level staf dan officer. Mungkin dalih pengurangan karena bank telah memasuki Industri 4.0 menjadi alasan utama.

Tapi disisi lain jika kita memasuki lebih personal kepada individu pegawai yang bekerja di sektor ribawi ini maka akan ada fakta baru, alasan mengenai resign dari bank. bukan karena menghadapi industri 4.0.

Alasan ingin resign dikarenakan ingin mencari harta yang berkah dan lebih fokus kepada agama, sebagai solusi resign dari bank rata-rata mereka mencoba berbisnis dan membuka usaha baru.

Fenomena Pegawai Bank Resign Massal Di Kantor Saya Dulu

Awal tahun 2017 saya resign dari pekerjaan saya. Dan kemudian setelah itu ada 13 orang lagi yang resign dengan alasan yang sama. takut dosa riba.

Mengapa saya tahu alasan mereka sama?, dikarenakan sebelum mereka resign mereka banyak berdiskusi dengan saya. jadi ini pengalama empirik. Saya sudah membahasnya di pengalaman resign.

Jika kita telahaah apa yang menyebabkan pegawai muslim menjadi fenomen pegawai bank resign dikarenakan masifnya ajakan serta informasi tentang bahaya riba.

Youtube

Lihatlah banyak sekali vidoe youtube yang menjelaskan perkara resign dari bank. fenomena hukum kerja di bank ini menjadi topik yang sering di di bahas di kanal ceramah ustadz. mulai dari yang halus sampai paling keras.

Sosial Media

Facebook, Instagram dan Twitter juga tidak kalah ramainya dengan youtube. meme, potongan video serta konten ajakan resign dari bank bertebaran. belum lagi komunitas dan group anti riba banyak berkembang disini.

Media Mainstream Baliho

Media mainstream seperti baliho dan spanduk sudah mulai banyak bersebaran dijalan. Isinya adalah edukasi dan provokasi untuk menjauhi riba.

Whatsapp

Whatsapp tidak kalah berisiknya, ajakan tentang hijrah, meninggalkan hutang bank, resign dan berbagai hal lainnya tumbuh subur pada broadcast pesan dan group whatsapp.

Kelompok Kajian Islam

Dakwah islam dalam bentuk kelompok kajian atau majelis ta’lim mendapatkan respon positif dari masyarakat. Hampir sama konteksnya seperti pertanyaan yang sering muncul di youtube. Riba dan Hukum Kerja di Bank.

Apa Sebaiknya Yang Harus Dilakukan

Fenomena pegawai bank resign ini setidaknya menjadi sinyal kepada kamu yang sekarang ini masih bekerja di bank konvensional. ada yang lebih dari sekedar uang. Ia adalah keberkahan hidup. Lalu apa yang harus di buat.

Resignlah Lebih Awal

Data menyebutkan bahwa pegawai bank yang resign paling banyak berada pada level staff dan officer, sedangkan pada level manager cenderung naik.

Artinya jika karirmu semakin bagus di bank maka kamu akan sulit untuk resign, kenyamanan, kebutuhan serta gaya hidup sulit membuatmu untuk resign. Perhitunganmu akan semakin sulit.

Buatlah Rencana Baru

Resign dari bank bukanlah perkara muda, karena akan otomatis menghilangkan sumber penghasilan meskipun hanya sementara.

Buatlah plan baru dengan matang, misalkan mencari kerja baru dengan mendaftar ke perusahaan yang bukan lembaga riba atau membuat usaha baru.

Berdoa

Doa adalah selemah-lemahnya iman, jangan pernah lupa untuk berdoa, meminta ampun karena berdosa memakan harta riba dan berdoa agar dimudakah urusan untuk keluar dari pekerjaan ini serta mendapat pekerjaan baru.

Itulah beberapa hal tentang fenomena pegawai bank resign karena takut riba, semoga niat kamu semua untuk resign dari bank dan memperoleh rezeki yang berkah dimudahkan dan dibuka oleh allah. Amiiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here