penyebab konflik Israel Palestina
penyebab konflik Israel Palestina
Ilustrasi : Jpost.com

Diplomat muda kali ini coba merangkum penyebab konflik Israel Palestina untuk memudahkan kamu dalam melakukan kajian atau studi tentang sejarah konflik israel dan palestina.

Akar Masalah Penyebab Konflik Israel dan Palestina

Konflik antara Israel dan Palestina sudah lama menjadi sorotan masyarakat dunia, konflik yang berkepanjangan kedua bangsa tersebut telah menodai perdamaian dunia yang sekarang ini sedang dibangun, pertumpahan darah, air mata dan tangisan anak-anak telah menghiasi sejarah panjang Israel dan Palestina.

Permasalahan ini berakar dari sejarah panjang kedua bangsa yang memperebutkan tanah Palestina.

Adanya klaim sejarah antara Arab dan Yahudi telah membawa kedua bangsa itu dalam konflik yang berkepanjangan.

Sejarah itu berawal dari sejarah Arab kuno sekitar tahun 1800 SM, pada tahun itu merupakan awal masuknya bangsa Yahudi ke tanah Palestina.

Setelah sebelumnya hijrah ke Mesir selama berabad-abad di bawah kepemimpinan Musa.

Kehadiran Yahudi di tanah Palestina ini yang kemudian menjadi sumber konflik antara kedua bangsa tersebut, konflik ini mengenai siapa yang berhak memiliki tanah Palestina, bangsa Yahudi atau Arab Palestina.

Sampai akhirnya konflik tersebut berkembang dari tahun ke tahun sampai dengan saat ini, konflik tersebut telah menelan banyak korban jiwa, menghabisan banyak dana untuk pembiayaan perang, hancurnya pemukiman, dan anak-anak yang harus kehilangan orang tuanya.

Konflik antara Israel-Palestina ini bukan lagi menjadi permasalahan antara kedua bangsa tersebut, melainkan konflik ini telah menjadi masalah Internasional karena telah melukai perdamaian dunia.

Setiap negara berhak untuk berpartisipasi dalam mencari solusi konflik kedua bangsa tersebut.

Campur Tangan Amerika Serikat Pada Konflik Israel Palestina

Amerika Serikat merupakan negara yang selalu berpartisipasi dan mengambil bagian dalam dalam konflik tersebut, Berbagai cara dan solusi sudah digunakan dalam meujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Keterlibatan Amerika Serikat secara resmi dalam konflik Israel-Palestina dimulai pada tahun 1948 saat Israel telah memproklamirkan diri menjadi sebuah negara.

Saat itu Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Harry S. Trauman.

Namun hubungan Amerika Serikat dengan Yahudi ini sebenarnya sudah terjadi jauh sebelum berdirinya negara Israel, hubungan tersebut antara negara Amerika Serikat dan Zionis Yahudi.

Dugaan Penyebab Konflik Israel Palestina Susah Redup

Hubungan Baik antara Israel dan Amerika Serikat ini dinilai oleh berbagai kalangan sebagai penyebab tidak kunjungnya perdamaian di tanah Palestina.

Amerika Serikat sebagai mediator untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dinilai sangat condong dan mendukung Israel, sehingga malah mengakibatkan masalah baru dalam konflik tersebut.

Era Baru Konflik Israel Palestina Di Tangan Presiden Amerika

Pada tahun 2008 Amerika Serikat memulai sejarah baru dalam pemelihan presiden, terpilihnya Barack H. Obama sebagai presiden pertama berkulit hitam dan keturunan seorang muslim.

Sejarah itu juga kemudian merubah segala kebijakan Amerika Serikat dalam percaturan dunia internasional, Barack Obama dinilai merupakan antithesa dari presiden-presiden Amerika Serikat Sebelumnya.

Semangat perubahan dan perdamaian dunia presiden Barack Obama berhasil menarik perhatian masyarakat internasional. Dan telah mengantarkan Barack Obama sebagai peraih nobel perdamaian.

Konflik Israel Palestina dan Solusi Perdamaian

Konflik Israel-Palestina telah menodai semangat perdamaian dunia yang sekarang ini sedang dibangun.

Sehingga Amerika Serikat yang mengkampanyekan perdamaian dunia kembali mengambil bagaian dalam konflik ini.

Barack Obama selaku presiden Amerika Serikat menawarkan reformulasi baru dalam menyelesaikan konflik yang berkepanjangan ini.

Menurut Barack Obama konflik ini akan terselesaikan dengan jalan perundingan yang dapat menghasilkan adanya dua negara yang hidup berdampingan.

Ini dapat ditempuh dengan cara mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan menjamin keamanan dan kenyamanan rakyat Israel.

Oleh karena itu Amerika Serikat mengajukan proposal solusi dua negara kepada keduan negara yang berkonflik.

Amerika kembali membuka perundingan antara kedua negara tersebut yang selama ini terhenti, serta menggalang dukungan internasional atas perdamaian di tanah Palestina.

Namun sampai detik ini, wacana perdamaian antara Israel-Palestina dibawah kepemimpinan Amerika Serikat, masih belum menemui kata sepakat.

Apakah Israel dan Palestina Bisa Berdamai?

Berbagai rintangan dan alasan dari kedua pihak yang bersengketa menemukan jalan buntu dalam perdamaian.

Israel yang diminta Amerika Serikat untuk menghentikan proyek pembangunan pemukiman di Tepi Barat sebagai syarat perdamaian, tidak di laksanakan oleh Israel.

Demikian juga dengan Palestina, Konflik Politik antara Hamas dan Fatah belum juga terselesaikan.

Kelompok garis keras Hamas tidak akan mengakui adanya negara Israel di tanah Palestina dan akan menghapus Israel dari peta dunia.

Hal ini tentunya berdampak pada masih adanya serangan dan kekerasan terhadap rakyat Israel. Dan ini telah melanggar syarat perdamaian yang diajukan Amerika Serikat yaitu menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Israel.

Belum dapat dipastikan sampai kapan konfik antara Israel-Palestina ini akan berakhir, namun wacana perdamaian dan upaya menyelesaikan konflik masih terus dilakukan oleh Amerika Serikat.

Untuk menjaga ketidakberpihakan kepada salah satu pihak, Amerika Serikat menggandeng PBB, Rusia, dan Uni Eropa sebagai mediator dalam konflik Israel-Palestina.

Kemudian mediator ini dikenal dengan Kuarted Timur Tengah (AS, PBB, Rusia dan Uni Eropa).

Perdamaian Dunia menjadi alasan Amerika Serikat turut mengambil peran dalam konfik Israel-Palestina, sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia.

Konfik Israel-Palestina dinilai sebagai noda perdamaian. Strategi Solusi dua negara.

Renegoisasi antara Israel-Palestina dan penggalagan dukungan ke masyarakat internasional di jadikan sebagai grand strategy dalam mewujudkan perdamaian di Tanah Palestina.

Lalu bagaimana sekarang nasib perdamaian antara Israel dan Palestina dalam kebijakan The Phenomenom Ronald Trump???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here