Persamaan Dan Perbedaan FJP Mesir dan AKP Turki dalam Menghadapi Kudeta

30

Mesir dan Turki merupakan nation-state masa kini di timur-tengah yang dahulu menjadi bagian dari kekhalifahan Turki Utsmani atau Ottoman Empire. Setelah keruntuhan Turki Utsmani, kedua negara ini berubah menjadi negara yang memiliki pengaruh kuat ide sekularisasi barat. Dalam beberapa sisi, kedua negara ini memiliki persamaan.

Mesir dan Turki Merupakan Negara Republik

Mesir dan Turki merupakan negara berbentuk Republik, dimana nama resmi dari Mesir adalah Jumhuriyat Misr al-Arabiyah atau Arab Republic of Egypt atau Republik Arab Mesir, Sedangkan nama resmi Turki adalah Türkiye Cumhuriyeti atau Republic of Turkey atau Republik Turki.

Mesir yang sebelumnya merupakan kerajaan dideklarasikan oleh Muhammad Najib menjadi negara republik pada tanggal 18 Juni 1953. Pada tanggal 29 Oktober 1923, Mustafa Kemal At-Taturk mendeklarasikan Republik Turki menggantikan kekhalifahan Turki Utsmani.

Dominan Militer Pada Pemerintahan

Mesir dan Turki merupakan negara republik dimana Militer menjadi kekuatan dominan yang menguasai pemerintahan. Organisasi militer umumnya dianggap memiliki struktur organisasi yang cukup mampu untuk melakukan urusan negara, mengelola proyek-proyek nasional dan menyelesaikan kekacauan politik, dimana kemampuan militer tersebut tidak berdasarkan dari apa yang diinginkan masyarakat pada umumnya.

Di Mesir, kemampuan ini dapat kita temukan pada kasus 15 penggulingan raja Mesir tahun 1952 oleh Gamal Abdul Nasser dan unsur-unsur militer Mesir. Setelah kekuasaan diambilalih , perwira militer senior menjabat sebagai Presiden Mesir dan Perdana Menteri.

Para perwira militer mendominasi kabinet dan posisi senior pemerintahan. 1 Sejak tahun 1970an hingga masa pemerintahan presiden Husni Mubarak , peran militer bahkan semakin meluas ke ranah ekonomi dan pembangunan.

Di Turki, Peran militer dalam politik Turki ini utamanya berasal dari perannya sebagai penjaga Republik Turki dan Prinsip-prinsip Kemalisme. Hal ini dapat ditegaskan dalam peran militer berkaitan dengan pembentukan parameter sosial dan politik dalam proses pembangunan negara

Kedua Negara Dipimpin Oleh Sipil

Pemerintahan keduanya dipimpin oleh sipil, namun tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan militer.

Di Mesir, militer didoktrinasi ideologi untuk memusuhi gerakan Islam radikal seperti Ikhwanul Muslimin (Ikhwan), sehingga pada saat Ikhwan melalui partai Freedom and Justice Parti (FJP) berkuasa berkat kemenangan dalam pemilu legislatif dan presiden pasca revolusi Januari 2011.

Militer berhasil menggulingkan presiden Mohammed Mursi disaat Mesir dalam situasi chaos.

Di Turki, hubungan yang tidak harmonis antara sipil-militer ditunjukkan dengan adanya beberapa kali kudeta yang dilakukan militer Turki terhadap pemerintahan sipil.

Terutama dari kalangan Islamis yang berkuasa, yaitu pada tahun 1980 dan 1997, serta beberapa kali percobaan kudeta terhadap Begüm Burak. Pemerintahan pada masa kekuasaan AKP dibawah pimpinan Perdana Menteri Recep Tayyep Erdogan dan Presiden Abdullah Gul.

Pemenang Pemilu Dari Partai Beraliran Islamis

Kedua pemerintahan sipil negara ini dikuasai oleh partai Islamis yang memenangkan pemihan umum.

Freedom and Justice Party (FJP) bentukan Ikhwan berhasil memenangkan pemilu legislatif pada akhir tahun 2011 dan mengantarkan Mursi sebagai pemenang dalam pemilu presiden di Mesir pada pertengahan 2012.

Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) bentukan golongan muda Islamis, memenangkan tiga pemilu demokratis berturut-turut, yaitu pada tahun 2002, 2007 dan 2011 sehingga mengantarkan Abdullah Gul sebagai presiden dan Erdogan sebagai perdana menteri Turki.

Perbedaan Antara FJP Mesir dan AKP Turki

Pasca revolusi Januari 2011, Ikhwan memutuskan untuk mendirikan partai politik yang kemudian dinamakan Hizbul Hurriyyah wal ‘Adalah atau Freedom and Justice Party (FJP).

Setelah melalui tiga tahapan pemilu, FJP berhasil meraih lebih dari sepertiga suara, yaitu sebesar 37,5 persen. Kemudian dalam pemilu presiden yang bergulir pada bulan Mei-Juni 2012.

Freedom and Justice Party (FJP)

Komisi Pemilihan Umum Mesir mengumumkan bahwa Muhammad Mursi memenangkan pemilu presiden dengan perolehan suara sebesar 51,7 persen, mengalahkan Ahmad Shafiq dengan perolehan suara sebesar 48,3 persen.

Mursi kemudian memimpin masa transisi Mesir dari rezim kediktatoran Husni Mubarak menuju negara Mesir yang demokratis. Namun, dalam upaya pemulihan sosial, politik dan ekonomi Mesir, pihak-pihak yang bersebrangan dengan Mursi tak hentinya menggoyang kekuasaan.

30 Juni 2012 demonstrasi besar-besaran 17 berlangsung di penjuru Mesir untuk menuntut pengunduran diri Mursi. Mursi dituduh tidak berhasil melakukan perbaikan, terutama dalam bidang ekonomi dan pembangunan.

Puncaknya, Abdul Fatah As-Sisi, Kolonel Jenderal Angkatan Bersenjata Mesir atau Supreme Council of the Armed Forces (SCAF) sekaligus Menteri Pertahanan, mengumumkan rencana mendatang Mesir dan menyatakan pelengseran Mursi dari jabatan presiden serta mengangkat kepala Mahkamah Konstitusi sebagai presiden interim.

Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP)

Di Turki, Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) menjadi partai Islamis pertama yang memenangkan pemilu secara berturut-turut dalam tiga periode. AKP yang dilahirkan oleh golongan muda Islamis Turki ini mulai menguasai pemerintahan Turki sejak memenangkan pemilu pada tahun 2002.

Dibawah pimpinan Erdogan sebagai Perdana Menteri dan Abdullah Gul sebagai presiden, Turki semakin menunjukkan identitasnya sebagai negara demokrasi yang matang.

Geliat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Turki menunjukkan peningkatan. Namun, militer masih menunjukkan tabiatnya sebagai kekuatan yang berpengaruh dalam mengatur jalannya pemerintahan.

Setidaknya ada 2 kali percobaan kudeta, yaitu ketika kubu sekuler mengajukan pembubaran AKP dan pelarangan 71 figur kuncinya termasuk Erdogan kepada MK serta pada saat pencalonan Abdullah Gul sebagai kandidat presiden

Mereka mendapat tantangan keras dari kubu militer dan sekuler yang ditunjukkan dengan demonstrasi besar-besaran dan sinyal kudeta oleh beberapa petinggi militer. Namun AKP berhasil menggagalkan kedua usaha kudeta ini sehingga mampu mempertahankan kekuasaannya.

Kesimpulan

Dari kedua kasus FJP dan AKP diatas dapat ditemukan perbedaan mencolok diantara keduanya, dimana FJP dalam kepemimpinannya di Mesir tidak berhasil mengatasi ancaman kudeta militer sehingga harus lengser dari kekuasaan, sedangkan AKP mampu menggagalkan upaya kudeta militer Turki

Penulis : Afif Pratama Putra S.IP
Pengamat Politik dan Hubungan Internasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here