Konflik Palestina dan Israel semakin keruh ketika Israel mengumumkan diri sebagai sebuah negara, setelah pada artikel sebelumnya dibahas mengenai pembagian wilayah palestina

Ini merupakan bagian terakhir dari artikel Konflik Palestina dan Israel, Jika anda melewatinya maka sebaiknya membaca artikel ini mulai dari sini 

Kekhawatiran Arab Palestina

Konflik Palestina dan Israel
liputan6.com

Kekhawatiran bangsa Arab atas Resolusi pembagian yang di lakukan oleh PBB sepertinya tidak akan lama lagi.

Bahwa dalam beberapa tahun kedepan dengan berdasarkan resolusi pembagian ini akan terbentuk sebuah negara Israel yang selama ini sangat di kecam dan ditolak dengan sangat keras oleh bangsa Arab.

Dan paska resolusi pembagian wilayah Palestina, bangsa Arab semakin menjadi-jadi dan tidak bisa menahan diri.

Resolusi PBB Yang Merugikan Arab Palestina

Kekecewaan bangsa Arab terhadap hasil dari Resolusi pembagian tidak dapat dibendung lagi. Arab Palestina akan melakukan segala macam cara untuk mencegah agar resolusi itu tidak terjadi.

Munculnya simpatisan dan sukarelawan dari negara-negara tetangga dan negara-negara muslim yang siap membantu Palestina dalam rangka mempertahankan tanahnya menambah semangat baru sehingga mengobarkan semangat Nasionalisme rakyat Palestina.

Komisi Tinggi Arab Palestina pada tanggal 6 Februari.  menyatakan bahwa jika ada usaha Yahudi ataupun negara lain, yang akan membantu Yahudi dalam rangka pembentukan Negara Yahudi di tanah Arab.

maka Arab akan melawan dengan kekerasan sebagai bentuk pembelaan diri.

Arab VS Yahudi

Perang antara Arab dan Yahudi pun sepertinya tidak bisa dihindarkan. pernyataan Komite Tinggi Arab yang akan melawan dengan kekerasan dan segala cara telah membangkitkan semangat sukarelawan dari negara-negara Arab lain yang siap mempertahankan palestina.

Pada Januari 1948 paskuan bersenjata aliansi Arab memasuki tanah Palestina dan menyerang perkampungan-perkampungan serta basis-basis dari Yahudi.

Hal ini langsung direspon oleh Yahudi dengan menyerang balik pasukan-pasukan bersenjata Arab dengan alasan pembelaan diri.

Saling serangpun terjadi dan menyebabkan korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Hanya dalam waktu sebulan sudah lebih dari 2.500 orang menjadi korban dalam perang ini.

Kemarahan Inggris

Peperangan yang terjadi antara Arab dan Israel membuat Inggris sangat marah besar, Inggris menyatakan bahwa antara Arab dan Yahudi sama-sama tidak mau menyutujui upaya pembagian wilayah dan tidak mempunyai keiginan untuk menyelesaikan masalah.

Akhirnya pada tanggal 15 Mei 1948 Inggris mengakhiri mandatnya dan menyerahkan sepenuhnya kepada PBB.

Inggris mengatakan dia akan fokus terhadap pembagunan dalam negerinya yang telah lama terbengkalai karena Perang Dunia dan tidak akan lagi membantu PBB dalam rencana resolusi pembagian Palestina.

Hari Bersejarah Yahudi : Berdirinya Negara Israel

15 Mei 1948 merupakan hari terburuk bagi bangsa Arab dan juga rakyat Palestina. sementara pada tanggal tersebut menjadi hari bersejarah bagi bangsa Yahudi, karena merupakan awal berkibarnya bendera Israel di tanah Palestina.

Pada tanggal yang sama dengan di akhirinya mandat Inggris terhadap Palestina, warga Yahudi melalui dengan keadaan tertakan oleh koalisi Arab yang terus menyerang basis-basisnya langsung mendeklarasikan berdirinya Negara Israel.

Melalui Dewan Nasional di Tel Aviv memproklamasikan Negara Yahudi Isral. deklarasi ini hanya dalam hitungan jam setelah kerajaan Inggris menyatakan melepaskan Palestina. Dan perang antara Arab dan Israelpun pecah.

Bedirinya Negara Israel ini makin membuat keruh Konflik Palestina dan Israel, hampir semua media masa banyak mengulas mengenai berdirinya Negara Israel.

Sumber : Herry Nurdin, “Jejak Darah Kaum Laknat.” Sabili, 2009: hal 47.

Genderang Perang Negara-Negara Arab (First War)

Berdirinya Negara Israel menambah panas suasana jazirah Arab,Negara-Negara Arab, Suriah, Libanon, Transyordania, Irak dan Mesir kemudian bersatu menabuh genderang perang terhadap Israel.

Pecalah perang pertama antara Arab dan Israel yang dalam sejarah dikenal sebagai Perang Arab-Israel I (satu).

Pada perang tersebut tentara Israel yang sudah disiapkan sebelumnya karena telah menyadari akan bahayanya seranggan dari negara-negara Arab.

Israel memiliki perlengakan dan sejata yang memadai. Pada periode ini Israel berhasil mengusir tak kurang dari 160.000 rakyat Palestina dari tanahnya sendiri.

Koalisi Tentara Arab dan Tentara Israel

perang antar Arab dan Israel ini dikenal dengan the first Arab-Israel War. dinamakan sebagai perang Arab-Israel karena perang ini melibatkan pasukan Arab dan pasukan Zionis dan Israel.

Pasukan Arab yang berusaha mempertahankan tanah Palestina di sokong oleh negara-negara Arab dari Suriah, Transyordania, Irak dan Mesir. Diantara dari tentara-tentara itu pasukan Arab yang dari Transyordania adalah yang paling efektif.

Pasukan ini dipimpin oleh Brigadir John Bagot Gulbb Pasha pasukan ini memiliki empat puluh perwira Inggris yang terlatih.

Tentara efekti berikutnya adala pasukan Irak, yang mana mereka sangat perkasa karena mampu bertempur meskipun harus melintasi bukit Suriah yang sangat panjang sebelum memasuki Palestina.

Sedangkan tentara yang terlihat lemah adalah tentara dari Mesir dan tentara dari suriah dan Libanon yang hanya dari pasukan sukarela.

Tentara-tentara dan sukarelawan Arab ini di bahwah lindungan Liga Arab, yang tampaknya bersatu dan bertekad untuk menghancurkan Israel.

Sedangkan tentara Israel dipimpin oleh Yaakov Dori, dengan kolonel Yigal Yadin, yaitu penduduk asli Yerusalem berumur tiga puluh satu tahun, sebagai komandan operasi.

Tulang punggung tentara Israel ini adalah pasukan seorang anggota bela diri Haqanah. Pasukan elit dipimpin oleh kelompok kiri yang berasal dari partai buruh sosialis mapan;

Selanjutnya Pasukan Hish, pasukan reguler lapangan; Mishmar dan pasukan pengawal negara; yaitu orang-orang tua.

Tentara Israel ini berjumlah 75.000 anggota. Juga mereka mempunyai pasukan wanita yang sangat membantu dalam membebaskan rekan-rekannya dari tugas di garis lapangan.

Kalkulasi Perang Arab-Israel

Secara hitung-hitungan pasukan dari tentara Arab jauh lebih besar jumlahnya di bandingkan dengan pasukan Israel, karena pasukan Arab tergabung dari beberapa negara-negara Arab.

Apalagi Mesir yang memiliki banyak penduduk. Namun pada kenyataan dilapangan dalam perang Arab-Israel ini pasukan Israel yang memenangi pertempuran ini.

Hal ini bukan merupakan hal yang aneh karena pasukan Israel memiliki semangat yang tinggi untuk mempertahankan diri (self-determination) dan juga perlengkapan memadai (senjata dan amunisi).

Bahkan mereka memiliki pesawat terbang yang dibeli dari luar negeri terutama dari Cekoslavia, dan juga banyak yang diselundupkan dari As dan negara Eropa Barat.

Juga di sokong oleh relawan-relawan Yahudi yang terlatih dari negara Amerika serikat, dan beberapa militer AS yang terlatih  yang ikut memperkuat pasukan Israel.

Dibandingkan dengan tentara-tentara Arab yang tidak memiliki perlengkapan tempur yang memadai juga kebanyakan merupakan sukarelawan Mujahidin yang tidak terlatih secara profesional.

Genjatan Senjata Yang Merugikan Arab Sepanjang Sejarah

Seharusnya sejarah Palestina tidak akan menjadi seperti ini seandainya gencatan senjata tidak dilakukan, pertempuran antara Israel-Palestina pada tahun 1948 hampir di menangkan oleh pasukan Arab.

Namun ketika belum sempat pasukan Arab menghabiskan basis-basis Israel, PBB dengan sigap bergegas mengumumkan genjatan senjata pada 11 Juni 1948.

Oleh para ahli strategi perang ini dinamakan sebagai “kemenangan Arab sementara dan kehancuran untuk selanjutnya”.

Konflik Palestina dan Israel – Perang Kedua

Desakan PBB untuk gencatan senjata ini sangat menguntungkan pihak Israel. masa ini digunakan untuk Israel untuk berkonsilidasi dan menghimpun kekuatan dengan seluruh organisasi-organisasi Yahudi di seluruh dunia, terutama Yahudi yang berada di Amerika Serikat.

Hasilnya Zionis internasional berhasil menghimpun kekuatan, memperkuat persenjataan, pemasokan perlengkapan perang besar-besaran dan pengiriman Tank-Tank, pesawat-pesawat tempur.

Para sukarelawan Yahudi untuk kembali menyusun strategi perang selanjutnya yang menambah semakin panjang konflik palestina dan Israel

Sementara itu mediator PBB Bernadotte. menawarkan kepada perwakilan-perwakilan antara Arab-Israel untuk kembali berunding namun kemudian antara Arab maupun Israel kemudian menolak tawaran tersebut.

Akhirnya pada tanggal 9 Juli 1948 kembali meletusnya perang antara Arab-Israel dan perang terbuka ini tentunya dimenangi oleh Israel.

Tentu saja karena mereka memang sudah merencanakan dan mengantisipasi perang sebelumnya dengan menggunakan masa gencatan senjata sebagai sarana menghimpun kekuatan.

Konflik Palestina dan Israel – Perang Ketiga

Perang besar pecah lagi pada bulan Juni 1967 (perang enam hari). Negara Israel dan tentara Zionis mencoba mencaplok lagi  dua daerah penting, Sinai dan dataran tinggi Golan.

Tahun itu tanah bangsa Arab yang dirampas mencapai 89.359 kilometer persegi, empat kali lipat dari tanah yang dikuasai sebelum perang terjadi.

Diaspora Palestina

Paska perang tahun 1967, tercatatat sebanyak 410.000 warga Palestina yang meninggalkan tanahnya, Mereka menghindari pembantaian massal dan teror yang dilakukan tentara Zionis Israel dan yang lainnya.

Mereka dipindahkan berdasarkan desakan para pemimpin negara Arab yang mengiginkan untuk mengosongkan medan tempur dari rakyat sipil. Sehingga bangsa Palestina kini menjadi bangsa yang Diaspora.

Kolonisasi Yahudi Israel

Kolonisasi yang dilakukan zionis terhadap dua wilayah Palestina, Tepi Barat danJalur Gaza adalah sebuah proyek yang bernama Kfar Atssion.Proyek ini pula yang akhirnya memisahkan Palestina di dua wilayah yang terpisah.

Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2000, kini tanah Palestina hanya menguasai beberapa wilayah saja dan hanya dihuni oleh delapan juta jiwa.

Dari jumlah tersebut 4,7 juta lainnya adalah warga negara dan imigran Yahudi yang datang dari berbagai negara.

Kisah Perang-Perang Lainnya

Selanjutnya terjadi lagi beberapa perang yaitu 1973 (Perang Yom Kipur) dan tahun 1982 (Perang Lebanon).

Perang antara Arab dan Israel ini telah memakan banyak korban dan hampir dari 700.000 rakyat Arab Palestina tidak memiliki tempat tinggal, rakyat Palestina hidup dalam teror Israel.

Akibat dari peristiwa ini rakyat Arab Palestina menjadi masyarakat Diaspora yang tersebar ke negara-negara tetangga menjadi pengungsi perang,Negara tersebut diantaranya adalah Yordania, Syiria, dan Libanon.

Lebih dari 688.000 warga Arab Palestina 60 camp pengungsian. disisi lain Negara Israel membuat undang-undang tentang pengembalian warga Yahudi, undang-undang tersebut berisikan bahwa setiap Imigran Yahudi berhak untuk menjadi warga Negara Israel.

Pengusiran Palestina

Kemenangan pasukan Israel dalam perang melawan Arab tentunya menjadi awal dari sejarah panjang tentang pengusiran bangsa Palestina dari tanahnya sendiri.

Proklamasi yang dikomandangkan oleh Israel mengakibatkan bangsa Arab Palestina yang sebelumnya mayoritas menjadi masyarakat minoritas yang terdiaspora ke berbagai negara-negara tetangga.

Mereka hidup dibawah tekanan, penyakit dan maut yang setiap saat menghatui serta tekanan mental dan trauma yang mereka alami.

Inilah yang disebutkan oleh presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sebagai sebuah upaya penghapusan sebuah etnis. dimana pembantaian dan penghapusan Palestina dari Peta dunia oleh Israel dan sekutunya AS.

Sumber : Seth P. Tilman, The United States In The Middle East. Bloomington: Indiana University Press, 1982. Hal 172

Lahirnya Hamas dan Perang Moderen

Pada tahun 2008, api pertempuran di tanah Palestina kembali menyala, kali ini adalah perang antara Israel melawan Palestina yang di wakili oleh Hamas.

Tepat pada tanggal 27 desember angkatan udara Israel melunjurkan 30 rudal ke sasaran-sasaran wilayah Gaza, antara lain berupa Masjid, sekolah dan rumah sakit.

Seperti yang diberitakan stasiun televisi Al Jazeera serbuan pertama Israel ini telah membunuh 220 orang rakyat Palestinadan 250 orang lainnya luka. Dalam serangan ini juga menewaskan kepala Kepolisian Hamas Tawfiq Jaber.

Sumber : Adhes Satria. “Hari Sabbath kaum laknat.” Sabili, 2009: hal 38-39.

Penutup

Konflik Israel dan Palestina Ini merupakan tragedi yang sangat memilukan bagi masyarakat dunia. kerena ketika negara-negara lain hidup berdampingan dan damai kita di paksa untuk menonton pembantaian yang tak kenal lagi akan arti dari kehidupan.

Setiap hari melalui siaran-siaran televisi kita terus menayangkan hal tersebut dan yang paling menyakitkan dan mengejutkan adalah ketika pesawat tempur Israel membombardir Gaza dengan bahan Kimia Fospor putih.

Fosfor Putih dinyatakan oleh dunia internasional sebagai bahan yang dilarang digunakan dalam perang dan termaksud kedalam kejahatan perang.

Sampai pada Januari 2009 jumlah rakyat Palestina yang meninggal dunia adalah 900 manusia, dan lebih dari 4000 rakyat Gaza teluka dan cacat.

Belasan Masjid telah di hancurkan dan juga bangunan sarana umum dan rumah-rumah pemukiman yang sudah tak terhitung jumlahnya.

Ini merupakan statistik yang fantastis mengenai perang di Zaman milenium baru, yang dimana negara-negara lain sudah mulai berlomba-lomba membangun dan memajukan negaranya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here