Israel Palestina
Sejarah Israel Palestina

Sejarah Palestina

(Israel-Palestina) ->Palestina adalah sebuah wilayah yang terletak di Asia Timur bagian tengah yang menempati posisi strategis secara geografis, merupakan akses menuju Eropa, Afrika, Semenanjung Arab, atau bahkan melintasi Asia Tengah.

Palestina dalam catatan buka-buku sejarah sering disebut dengan tanah Kan’an atau lebih di kenal dengan Negeri Kan’an.

masyarakat Kan’an sendiri merupakan masyarakat Jazirah Arab yang berpindah tempat dikarenakan kekeringan berkepanjangan di wilayah jazirah Arab, sampai akhirnya mereka menemukan tanah baru yang disebut Kan’an.

Menurut Pusat Informasi Nasional Palestina (Palestinian National Information Center) kata Palestina berasal dari suatu kaum di Asia kecil yang bernama Palest.

Jauh sebelum datangnya kaum Kan’an. Kata Palestina juga telah digunakan untuk menyebutkan semua tanah suci yang berada di daerah tersebut, dan kemudian seiring berjalannya waktu nama tersebut berkembang menjadi nama resmi sebuah distik pada masa Hadrian (ARIHA, Kota Tertua di dunia). www.bbc.com

Wilayah Palestina terbagi dalam beberapa kota-kota kuno yang sampai saat ini masih berdiri tegak meskipun sebagian telah hancur karena perang, adapun kota-kota tersebut antara lain adalah, Ariha, Jericho, Asdod, Acco, Gazza, Al-Majdal, Jagga, Askelan dan Bisan.

Masa Kenabian

Pada tahun 1800 SM masuklah kaum Yahudi di wilayah Palestina dibawah pimpinan Ibrahim AS, karena Palestina mengalami musim kering dan paceklik maka mereka hijrah ke Mesir.

Beberapa abad sekitar 1300 SM Musa AS bersama kaumnya pernah singgah disini namun kemudian pergi menuju bukit Sinai.

Pada zaman nabi Daud AS dan anaknya Suleman AS, Palestina mengalami kemajuan yang sangat pesat dan membangun tempat suci pertama di Jerussalem.

Sampai akhirnya kerajaan Sulaiman terpecah menjadi dua bagian, di bagian Utara bernama “Israel” yang telah dihancurkan Asyuria (Syarjon II), dan kerajaaan “Yahuda” di Selatan yang dihancurkan Nabucanezar.

Palestina juga pernah dikuasai oleh Persia selama 200an tahun, sekitaran tahun 539-332 sebelum masehi, kemudian setelah itu Palestina jatuh ke bangsa Yunani dan kemudian di ambil alih oleh kerajaan Romawi.

Dari sejarah diatas menjelaskan bahwa Palestina pernah di kuasai oleh 3 bangsa besar pada waktu itu sebelum akhirnya Palestina jatuh ke tangan umat Islam dibawah kepemimpinan Daulah Islamiyah.

Palestina dan Arab Muslim

Israel versus Palestina
Israel Versus Palestina

Pada masa pemerintahan Daulah Islamiyah, Palestina dikuasai umat islam kurang lebih sekitar 1.200 tahun lamanya (636-1917M), meskipun dalam periode ini Palestina sempat direbut oleh tantara salib, namun pada tahun 1099 M. kemudian akhirnya di taklukan lagi oleh Saladin Ayubi pada tahun 1187.

Pada tahun 1517 Kerajaan Ottoman Turki menguasai Palestina sampai pada akhir Perang Dunia pertama tahun 1918, saat itu penduduk Arab dan Muslim mendominasi wilayah Palestina dan Yahudi sebagai minoritas. (Seth P. Tillman, The United States In The Middle East: Interest and Obstacles).

Zionis Dan Imigrasi Bangsa Yahudi Ke Palestina

Sejarah Israel – Lahirnya Zionis

Akibat dari perang yang dimenangkan Arab-Muslim, Yahudi tersebar ke berbagai wilayah di Eropa dan berbagai belahan Dunia, pada kondisi saat itu Yahudi tidak lebih dari sekedar kelompok-kelompok yang tersebar keseluruh Dunia.

Pada masa ini Yahudi tidak memiliki ikatan ekonomi, tidak mempunyai hubungan sosial dan bahkan tidak memiliki nilai patrimonial, melainkan mereka hanya terikat dan terhubung dengan religius yang mereka percaya dan mereka yakini. Yaitu ikatan dan kepercayaan bahwasannya mereka adalah Yahudi.

Dengan keyakinan itu maka kemudian kelompok-kelompok yang terpecah-pecah dan menyebar (diaspora) di berbagai belahan Dunia melebur menjadi satu dikarenakan timbulnya kesadaran rasa nasionalitas religius yang mereka yakini.

Namun untuk menafsirkan nasionalitas sepertinya tidak cukup dan menjadi alasan mereka untuk kemudian bersatu, karena nasionalitas harus membutuhkan yang namanya wilayah teritorial, bangsa yang bersatu, memiliki bahasa kesatuan dan mendapat pengakuan dari Negara lain.

Sehingga atas dasar itulah kemudian Yahudi membuat agenda besar yang memiliki tujuan yang besar yang di kenal dengan gerakan Zionis.

Gagasan Awal Zionisme Israel

Sejarah Israel
flags of Israel and Palestine painted on cracked wall

Ilan Pappe dalam bukunya berjudul “Perbersihan Etnis Palestina” menjelaskan bahwa mulanya Gagasan Zionisme ini teleh berkembang di dalam iklim beradab Eropa sejak abad ke enam belas.

sepak terjang gerakan ini mulai berkembang seiring dengan atmosfer perpolitikan di Eropa yang sangat bagus saat itu.

Pada tahun 1896 Theodor Herzl seorang doktor penduduk asli Budapest dan koresponden paris untuk Neue Freie Presse di Wina dan Penulis buku Judenstaat (Negara Yahudi).

Dia kemudian di kenal sebagai bapak politik Zionis moderen, dalam buku karanganya dia menulis sebagai berikut “karakter bangsa kami sangat kuat dalam sejarah dan sangat terkenal.

Meskipun ada penurunan, penurunan itu terlalu halus untuk mengiginkan pelenyapannya, nasionalitas Yahudi yang sangat jelas, tidak mau, dan juga tidak boleh di hancurkan. Masalah Yahudi menjadi masalah nasional yang hanya dapat dipecahkan dengan membuatnya menjadi masalah politik dunia.

Oleh sebab itu yang harus di perbincangkan dan diselesaikan oleh bangsa-bangsa dunia yang beradab dalam permusyawaratan.”

Ideologi Nasionalis Kolonialis

Zionisme adalah campuran ideologi nasionalis dan praktik kolonialis. Campuran ini terbatas ruang lingkupnya, Zionis tidak lebih dari lima persen keseluruhan populasi negeri kala itu.

Dengan hidup di koloni, mereka tidak berpengaruh atau bahkan tidak dikenali oleh penduduk lokal. Potensi pengambilan alih negara oleh Yahudi dimasa depan dan pengusiran penduduk asli Palestina pasti akan terjadi.

Pada tahun 1897 Theodor Herzl menerbitkan majalah mingguan Die Welt sebagai sarana resmi bagi polemik zionisme dan mewujudkan keinginan orang-orang Yahudi untuk bersatu dan mengagendakan Kongres Zionis pertama di Bassel-Swiss.

Herzl terpilih menjadi ketuanya, Dalam Kongres ini kemudian membentuk sebuah organisasi Yahudi yang di beri nama “ World Zionist Organization” dengan agenda besarnya adalah merebut kembali tanah Palestina yang diyakini sebagai Tanah yang di janjikan “The Promise Land” dengan semboyan

the land without a People for the People without a land”.

Sejak saat itu Herzl mulai berusaha memperoleh izin dari pemerintah Utsmaniyyah untuk mendirikan maskapai Yahudi bagi persiapan pemukiman di Palestina. Karena waktu itu merupakan periode persahabatan antara Turki-Jerman,

Yahudi memohon kepada kaisar Willem II agar memberi bantuan dalam masalah ini dan meminta perlindungan maskapai ini pada pemerintahan Jerman.

Gerakan Zionis mulai berjalan di Eropa sekitar abad ke sembilan belas, kata Zionisme di ambil dari bahasa Yahudi “Tziyyon” yaitu nama sebuah bukit yang terletak di barat daya Yerusalem, yang di percayai oleh orang-orang Yahudi sebagai tempat ziarah suci “Zion” yang mereka meyakini bahwa Raja Daud di kuburkan di sana.

Awal Lobi Yahudi

Bangsa Yahudi Sangat dikenal dengan kepiawaian mereka dalam melaksanakan lobi-lobi kelas atas. Banyak pakar politik yang menganggap bahwa Lobi-lobi Yahudi ini banyak mempengaruhi kebijakan suatu negara.

Namun asal mula Lobi Yahudi dalam penaklukan wilayah Palestina awalnya dengan melobi Kaisar Jerman Willem dua. Dengan modus meminta perlindungan akan pendirian maskapai pertama di Palestina. (Konflik Israel Palestina)

Oke Para Calon Diplomat Muda, Menceritakan sejarah mengenai Awal mula Israel Versus Palestina memang sangat Panjang namun menyenangkan.

Oleh sebab itu artikel ini saya buat dalam beberapa seri. untuk itu tetap stay tune ya di blog diplomatmuda.com

Semoga Artikel ini bermanfaat, jangan lupa di shared ya.

mari berdiskusi di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here